PPATK Temukan 89 Transaksi Mencurigakan di Pilkada Jabar

Kamis, 07 Juni 2018 - 19:02 WIB
PPATK Temukan 89 Transaksi...
PPATK Temukan 89 Transaksi Mencurigakan di Pilkada Jabar
A A A
BANDUNG - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 89 transaksi keuangan tidak wajar pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jawa Barat. Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap proses pilkada Jabar.

PPATK bahkan telah mendeteksi adanya transaksi mencurigakan yang cukup besar. Transaksi itu diluar kewajaran sehingga terdeteksi PPATK.

"Di Jabar kami sudah menemukan transaksi mencurigkan, nilainya pasti miliaran. Di mana 66 transaksi dilakukan secara tunai dan 23 transaksi non tunai yang mencurigakan. Itu melibatkan semua calon. Tidak spesifik calon tertentu," kata Dian di Bandung, Kamis (7/6/2018).

Namun demikian, kata dia, temuan itu harus dianalisis lebih lanjut. Apakah transaksi itu legal atau ilegal.
Temuan adanya transaksi mencurigakan karena ada transaksi di luar kebiasaan. Misalnya sumbangan melebihi ketentuan KPU, sumbangan keluarga dari sumber yang tidak jelas atau ilegal.

Bahkan, pihaknya menemukan kredit konsumtif dari bank tertentu yang dinilai kurang urgen. PPATK juga menemukan penggunaan rekening pribadi untuk kampanye. Padahal hal itu tidak diperbolehkan. Pengawasan dana kampanye oleh PPATK juga khawatir ada ijon proyek dan lainnya. Karena bisa jadi tidak ada sesuatu yang gratis.

"Kami tahu pilkada melibatkan banyak orang. Tetapi kami harus pastikan bahwa tidak ada uang ilegal, money politik, dan lainnya," tegas dia.

Dia menyebut, secara nasional, sampai hari ini PPATK telah mendeteksi 143 laporan mencurigakan. Jumlah itu naik dari sekitar 50 an pada periode sebelumnya. Sedangkan laporan transaksi tunai mencapai 1.092.

"Setelah kami melakukan pendeteksian, nanti kami laporkan kepada pihak berkaitan. Kalau berkaitan dengan korupsi ke KPK, pidana umum ke kepolisian, pilkada ke bawaslu," jelas dia.

Sejak awal, kata dia, PPATK telah mencatat 71.000 data transaksi mencurigakan. Tapi tidak semua diproses. Namun pihaknya sudah menyampaikan 516 kasus berikut analisisnya kepada KPK, Polisi, Kejagung.
(dam,whb)
Berita Terkait
Koalisi Perindo dan...
Koalisi Perindo dan 8 Partai Non Parlemen Resmi Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024
Belum Tentukan Figur...
Belum Tentukan Figur di Pilgub Jabar, Presiden PKS: Patokannya Probability to Win Besar
4 Pasangan Cagub-Cawagub...
4 Pasangan Cagub-Cawagub Dinyatakan Sehat dan Siap Bertarung di Pilgub Jabar 2024
Elektabilitas 52,2%,...
Elektabilitas 52,2%, Kans Ridwan Kamil Menang Pilgub Jabar Besar
Nomor Urut Pilgub Jabar...
Nomor Urut Pilgub Jabar 2024: Acep-Gita 1, Jeje-Ronal 2, Syaikhu-Habibie 3, Dedi-Erwan 4
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
Berita Terkini
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
3 menit yang lalu
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
2 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
4 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
5 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved