Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Picu Tingginya Angka Pengangguran

Selasa, 05 Juni 2018 - 21:01 WIB
Ketimpangan Pertumbuhan...
Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Picu Tingginya Angka Pengangguran
A A A
JAKARTA - Ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat disinyalir menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, tingkat pengangguran per Agustus 2017 mencapai 8,22%. Artinya, dari 100 angkatan kerja, delapan hingga sembilan merupakan pengangguran.

Pengamat perencanaan dan pembangunan Tatang Suheri mengatakan, perekonomian Jabar masih terlalu bersandar pada Jabar di wilayah utara, salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Dengan demikian, ketimpangan akan selalu terasa di daerah-daerah.

"Kita tidak bisa memungkiri, kawasan Jababeka adalah lokomotif ekonomi Jabar. Sayangnya, hal ini tidak diikuti oleh daerah lain. Investasi baik asing maupun domestik masih terpusat di situ saja," ujar Tatang dalam pernyataan tertulis yang dikrimkan ke SINDOnews, Selasa (5/6/2018).

Keterpusatan perekonomian pada satu-dua wilayah, lanjut Tatang, tentunya berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja dari daerah-daerah. Sumber daya manusia berkualitas dari desa terserap ke satu kawasan, sementara di desa-desa tersisa SDM kelas dua atau tiga.

"Dibutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi khususnya untk mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke desa-desa," ujarnya.

Sementara itu, profesor dan pakar urban studies di Savannah State University, Amerika Serikat, Deden Rukmana menegaskan, industri ekonomi kreatif harus dikembangkan dan dikelola dengan baik, tidak melulu mengandalkan ekonomi berbasis sumber daya alam untuk wujudkan pemerataan ekonomi.

"Jabar sebenarnya memiliki potensi besar dalam hal jumlah penduduk dan letak geografis. Tapi ternyata tidak dikelola dengan baik, jadi ketimpangan masih terasa, dan tingginya angka pengangguran jadi salah satu masalahnya," ujarnya.

Kegiatan pertanian di Jabar mesti dikuatkan. Ditunjang dengan ekonomi kreatif. “Kita tidak bisa lagi mengandalkan natural-resources based economy untuk pertumbuhan ekonomi di abad ke-21 ini. Kita mesti mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di perkotaan dan perdesaan. Kita ciptakan linkage yang lebih baik antara perkotaan dan pedesaan di Jabar,” jelasnya.

Selain itu, kata Deden, masyarakat Jabar mesti berpikir dan memanfaatkan potensi wilayah untuk berkompetisi global. “Jabar perlu pemimpin yang mengerti tentang isu-isu penting di wilayah perkotaan dan perdesaan, serta mengatasi permasalahan dengan pendekatan inovasi,” lanjutnya.

Dia juga menekankan, dengan segala keunggulannya, Jabar membutuhkan perubahan dalam diri sosok pemimpin yang memiliki pendekatan solutif dan disruptif terkait permasalahan ketimpangan ekonomi perkotaan-pedesaan. “Figur perubahan Jawa Barat tersebut ada pada Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu),” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Elektabilitas 52,2%,...
Elektabilitas 52,2%, Kans Ridwan Kamil Menang Pilgub Jabar Besar
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
Elite PDIP: Nama Ridwan...
Elite PDIP: Nama Ridwan Kamil Masih Didambakan Maju Pilgub Jabar
73 Persen Masyarakat...
73 Persen Masyarakat Jabar Ingin Kembali Dipimpin Ridwan Kamil, Pengamat: Elektabilitasnya Teruji
Pilkada 2024, LSI: Ridwan...
Pilkada 2024, LSI: Ridwan Kamil Bakal Menang Mudah di Pilgub Jabar
Ridwan Kamil Siap Maju...
Ridwan Kamil Siap Maju Pilgub Jabar 2024, Bima Arya Berpeluang Jadi Pasangan
Berita Terkini
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
15 menit yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
2 jam yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
3 jam yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
3 jam yang lalu
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved