Lampu Merah dan Gepeng, Masalah Klasik Jelang Lebaran

Minggu, 03 Juni 2018 - 21:29 WIB
Lampu Merah dan Gepeng,...
Lampu Merah dan Gepeng, Masalah Klasik Jelang Lebaran
A A A
MOJOKERTO - Mendekati Lebaran, jumlah anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah lampu merah di Mojokerto semakin banyak. Bahkan di satu titik, jumlah anjal dan gepeng bisa mencapai 15 orang. Momen Lebaran juga menjadi momentum munculnya anjal dan gepeng baru.

Salah satu simpang empat yang ramai anjal dan gepeng di antaranya adalah simpang empat Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di lampu merah yang berdekatan dengan wilayah Kota Mojokerto, empat sisi jalan selalu dipenuhi dengan anjal dan gepeng.

Bahkan di satu titik jalan yang mengarah ke wilayah Kota Mojokerto, terlihat enam anjal dan gepeng yang beroperasi meminta uang kepada pengguna jalan.

Sementara di tiga sisi jalan lainnya, terlihat rata-rata dihuni tiga hingga empat gepeng. Selain anjal, ada juga beberapa pengamen wajah baru. Dalam keseharian, simpang empat ini biasa dihuni sekitar empat gepeng atau anjal.

Minggu (3/6/2018), jumlah gepeng di lokasi ini mencapai lebih dari 15 orang. Dari jumlah itu, enam orang diantaranya adalah anak-anak. Bahkan, tiga diantaranya berumur tak lebih dari lima tahun.

Kondisi yang sama juga terlihat di simpang empat Kenanten, yang juga merupakan batas wilayah antara kabupaten dan Kota Mojokerto. Di titik ini, setiap sisi jalan setidaknya dihuni empat gepeng. Selain mengemis, beberapa dari mereka juga menawarkan jasa bersih kaca sekedarnya dengan imbalan tertentu. Simpang empat ini merupakan jalur nasional Surabaya – Yogjakarta yang selalu dipadati pemudik.

Sementara di Kota Mojokerto, seluruh simpang empat lampuy merah menjadi ajang anjal dan gepeng beroperasi. Titik yang ramai gepeng diantaranya adalah simpang empat Jalan Pahlawan Selatan, simpang empat Jalan Pemuda, Gajah Mada-Empunala, Kedundung dan simpang empat di sepanjang Jalan Majapahit Utara. Simpang empat Gajah Mada–Empunala menjadi titik paling ramai gepeng.

Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik mengatakan, Pemkot Mojokerto harus serius untuk mengatasi masalah anjal dan gepeng ini. Terutama mereka yang ada di jalanan. Saat mendekati Lebaran seperti ini, ia mengakui jika jumlah anjal dan gepeng meningkat. "Semakin dekat dengan Lebaran, jumlahnya semakin banyak. Lihat saja di semua lampu merah," kata Junaedi Malik.

Masalah anjal dan gepeng, memang menjadi masalah pelik yang harus ditangani secara serius. Banyaknya anjal dan gepeng yang beroperasi di simpang empat, kata Junaedi Malik, lantaran belum adanya tindakan tegas atas masalah ini.
Menurutnya, Pemkot Mojokerto harus memberlakukan perda yang mengatur masalah ini. Dengan begitu, ia yakin anjal dan gepeng yang beroperasi di jalanan akan berkurang. "Masalahnya, tidak ada tindakan tegas soal pelanggarannya," tukasnya.

Ditegaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013 Kota Mojokerto Tentang Ketertiban Umum, gepeng bisa dijerat dengan tindak pidana ringan (tipiring).

Tak hanya bagi gepeng, pemberi uang juga bisa dijerat sanksi berupa denda hingga Rp5 juta. "Apakah ini pernah dilakukan (denda) pemberi uang. Jangan hanya menertibkan gepengnya saja, pemberi uang juga harus disanksi karena melanggar perda," tandasnya.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, setelah ini pihaknya akan memberlakukan sanksi terhadap pelanggaran yang tertuang dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013 Kota Mojokerto Tentang Ketertiban Umum. Ia setuju jika maraknya gepeng juga dipicu lemahknya penindakan.

"Soal denda kepada pemberinya, itu juga akan kita berlakukan secepatnya. Selama ini memang masih dalam tahap sosialisasi dan sanksinya hanya pembinaan saja," kata Dodik.

Pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Mojokerto ini menambahkan, pemberlakukan sanksi tindak pidana ringan juga bakal dilakukan terhadap pelanggaran perda-perda lainnya. Menurut Dodik, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan aprat hukum terkait masalah ini. "Untuk gepeng dan anjal, kita rutin melakukan razia. Menjelang Lebaran seperti saat ini, intensitas razia akan kita tambah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
10 Gelandangan dan Pengemis...
10 Gelandangan dan Pengemis di Salatiga Terjaring Operasi Yustisi
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Sebelum Dipulangkan...
Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal, 1.542 PMKS Dites Covid-19
Miris Anak-anak Marak...
Miris Anak-anak Marak Mengemis saat Ramadhan, Satpol PP: Jangan Beri Sesuatu
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Anjal dan Gepeng Marak...
Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Berita Terkini
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved