Mahalnya Harga Sembako Masih Jadi Perhatian Masyarakat Jabar

Sabtu, 02 Juni 2018 - 15:06 WIB
Mahalnya Harga Sembako...
Mahalnya Harga Sembako Masih Jadi Perhatian Masyarakat Jabar
A A A
JAKARTA - Jawa Barat saat ini tengah memasuki tahun politik. Walaupun pemilihan gubernur tinggal menghitung hari, terdapat sejumlah permasalahan yang nampaknya sulit ditemukan solusinya oleh pemerintahan Jabar saat ini. Salah satunya adalah mahalnya harga sembako.

Menurut survei yang dilansir Indo Barometer April 2018, sembako mahal menempati peringkat kedua sebagai permasalahan tertinggi di Jabar dengan persentase sebesar 16,8 persen setelah tingginya angka pengangguran, sekitar 30,8 persen.

Sebagaimana dikutip dari laporan inflasi triwulanan Bank Indonesia Jawa Barat, salah satu faktor pemicu mahalnya harga pangan adalah mahalnya biaya produksi.

"Jika distribusi lebih singkat maka harga pangan juga akan lebih murah. Konsumen bisa menikmati harga murah, tapi di sisi lain petani harga jualnya lebih baik karena tidak memakai tengkulak," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar Doni P Joewono beberapa waktu lalu.

Doni melanjutkan, untuk menekan mahalnya harga distribusi, pihak Pemprov Jabar dapat memanfaatkan teknologi atau membuat aplikasi khusus untuk petani. "Bisa dikembangkan bersama-sama Kementerian Kominfo dan Kementerian Pertanian," tambahnya.

Ekonom asal Bandung yang kini menjadi dosen di Boston College dan Framingham State University, Amerika Serikat Fahlino Sjuib mengatakan, tingginya harga bahan pangan hanyalah puncak gunung es, yang dipicu oleh tidak meratanya pertumbuhan ekonomi di Jabar.

"Konsep ekonomi Jawa Barat ke depan harus mengarah kepada beberapa aspek, yaitu: adil dan berlanjutan, mandiri, berdaya saing, serta berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengandalkan potensi daerah," ujarnya.

Untuk itulah, gubernur Jawa Barat yang baru juga harus mampu menyelesaikan ketimpangan ekonomi di setiap daerah. Menurut Fahlino, pasangan Rindu (Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum) memiliki program inovasi teknologi untuk memotong jalur distribusi. "Dengan begitu ketimpangan ekonomi di daerah Jawa Barat akan berkurang," katanya.

Dia juga melanjutkan, mengingat besarnya potensi Jabar yang hingga saat ini masih belum tergali dengan baik, provinsi ini membutuhkan perubahan.

"Kita menyadari bahwa kita dihadapkan pada dunia yang berubah dengan cepat dan perubahan ini mendatangkan tantangan dan peluang baru yang akan sangat berbeda dengan apa yang sebelumnya pernah kita saksikan dan alami."
(zik)
Berita Terkait
Pilkada, Ini Tujuh Sosok...
Pilkada, Ini Tujuh Sosok Pjs Bupati/Wali Kota yang Dikukuhkan Ridwan Kamil
Elektabilitas 52,2%,...
Elektabilitas 52,2%, Kans Ridwan Kamil Menang Pilgub Jabar Besar
Menjelang Pilkada Serentak,...
Menjelang Pilkada Serentak, Gubernur Jabar Minta KPU Lebih Inovatif
Ridwan Kamil Tandatangani...
Ridwan Kamil Tandatangani Pergub PSBB Wilayah Jawa Barat
Gubernur Ridwan Kamil...
Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Kelahiran Silicon Vallley Indonesia
Ganjar-Anies-Ridwan...
Ganjar-Anies-Ridwan Perlu Ini Agar Bisa Manggung di 2024
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
3 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
4 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
5 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
5 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
7 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved