Lagi, Remaja Putri di Blitar Bunuh Diri Tinggalkan Surat

Kamis, 31 Mei 2018 - 22:11 WIB
Lagi, Remaja Putri di...
Lagi, Remaja Putri di Blitar Bunuh Diri Tinggalkan Surat
A A A
BLITAR - Kasus bunuh diri kembali dilakukan seorang remaja putri di Blitar. BI (15) warga Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya.

Di lehernya terjerat seutas tali yang diikatkan pada tiang penyangga rumah. Insiden gantung diri ini diketahui pertama kali oleh ayah BI sepulang dari kebun.

"Yang mengetahui pertama kali adalah orang tuanya sendiri," ujar Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada wartawan Kamis (31/5/2018).

BI mempersiapkan aksinya dengan mengganjal pintu kamarnya dengan sebuah meja. Karena ketukan tak direspons, ayah BI membuka paksa. Meja pun terdorong keras. (Baca:Imbas Masalah Keluarga dan Khawatir Gagal Masuk SMA Favorit, EPA Gantung Diri)

Di sanalah dia melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung. Tidak jauh dari jasad ditemukan sebuah catatan yang ditulis dalam buku mirip diary.

Tulisan tangan itu menyebutkan BI dalam kondisi depresi dan ingin bunuh diri. Terungkap juga rasa penyesalan bila selama ini nakal dan menyakiti hati orang tua.Tertulis juga dirinya menginginkan sebuah sepeda motor. Bahkan keinginannya memiliki motor, dia tuliskan, bekas pun tidak apa apa.

Menurut Rifaldhy motif bunuh diri ini diduga karena adanya persoalan keluarga. "Dari penyelidikan sementar diduga motifnya karena persoalan keluarga, "ungkapnya. Kepada petugas, ayah BI tidak menyangka jika anaknya sampai berbuat nekat.

Sebelum berangkat ke kebun, dia sempat menegur BI yang memutar musik keras-keras. Teguran untuk mengecilkan volume itu sempat disahuti BI dengan suara lirih.

Tak disangka respon itu menjadi suara terakhir anaknya. Informasi yang dihimpun, korban sering dimarahi orang tuanya karena ketahuan kerap berbohong. (Baca: EPA Dikenal Cerdas, Pernah Juara Olimpiade Mipa dan Fisika)

Diduga tuduhan kerap berbohong yang membuat korban nekat mengambil jalan pintas menyudahi hidup.Dalam olah TKP, Rifaldhy mengaku tidak menemukan tanda tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban yang baru menamatkan SMP-nya.

Karenanya hampir dipastikan korban meninggal dunia murni bunuh diri. "Tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan pada korban," pungkasnya.

Seperti diketahui kasus bunuh remaja putri ini kedua kalinya terjadi di Blitar. Pada Selasa (29/5/2018) perbuatan nekat dilakukan remaja putri EPA (16).Siswi SMP Negeri 01 Kota Blitar yang bunuh diri di kamar kosnya.

EPA diduga bunuh karena imbas masalah keluarga dan kekhwatirannya tidak diterima di sekolah favorit yakni SMAN 01 Kota Blitar.
(vhs)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
3 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
8 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
8 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
9 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved