Jika Tak Pro Rakyat, Komunitas Kersem Slawi Siap Kritik Ganjar Pranowo

Kamis, 31 Mei 2018 - 03:31 WIB
Jika Tak Pro Rakyat,...
Jika Tak Pro Rakyat, Komunitas Kersem Slawi Siap Kritik Ganjar Pranowo
A A A
TEGAL - Gubernur Jateng nonaktif, Ganjar Pranowo beramahtamah dengan komunitas Kersem di Desa Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (30/5/2018). Mereka berdiskusi sembari menyeruput kopi hangat di bawah pohon kersen atau kersem, sesuai penyebutan warga Tegal.

Anggota Komunitas Kersem, Hasan Supriyadi menjelaskan, komunitas tersebut merupakan kumpulan sejumlah elemen masyarakat. Sebut saja seniman, jurnalis, akademisi, buruh, dan sebagainya.

"Kami kumpul, berdiskusi di bawah pohon kersem, pak. Rasan-rasan kebijakan pemerintah, rasan-rasan permasalahan warga, dan lain-lain. Kalau saat ini, obrolan yang hangat ya Pilkada," kata Hasan disela-sela ramah tamah dengan Ganjar.

Dia berujar, diskusi dan solusi yang sering dilakukan membuahkan sejumlah program kerja. Salah satunya adalah Gerak Sedekah Tegal (GST).

Perlu diketahui, GST sudah mendapat sumbangan berupa dua unit mobil ambulance. Mobil itu digunakan untuk membantu warga duafa. Misalnya, untuk mengantar warga berobat ke rumah sakit, secara gratis.

"Lalu kegiatan kami lainnya masih ada lagi, pak. Semisal Pak Ganjar nanti jadi gubernur, lalu membuat kebijakan yang tidak pro rakyat, maka kami kritik," kata Hasan disambut riuh tawa warga, termasuk Ganjar.

Sementara itu, Ganjar mengatakan dalam berkomunitas yang penting adalah partisipasi. Yang mahal adalah ide. "Komunitas adalah kekuatan masyarakat berwujud voluteerism. Saya ingin mereka nantinya tidak sekadar kritik, tapi berpikir realistik juga," kata dia.

Pemerintah, kata Ganjar, tidak selalu mengerti persoalan dan keluhan terkini masyarakat. Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1 itu menjamin warga dapat melaporkan semua keluhan langsung ke gubernur.

"Saya ada sistemnya. Murah, mudah, cepat. Warga cukup melapor ke media sosial pemerintah Jawa Tengah atau Twitter saya," kata alumnus UGM itu.

Ganjar bercerita, kali pertama menjadi gubernur pada 2013 mendapati banyak pejabat dinas yang lumpuh. Maksudnya lumpuh adalah suka dilayani, jarang bergerak.

"Saya jadi gubenur juga dilayani, menurut saya pelayanan itu berlebihan. Saya tidak nyaman dengan kondisi itu. Saya pun pesan ke mereka. Jangan jadi pejabat lumpuh. Seharusnya mereka melayani warga, bukan malah dilayani," tutur Ganjar.

Solusi menghadapi pejabat lumpuh, Ganjar berkata memerintahkan semua dinas membuat akun Twitter. Tugasnya melayani warga yang membutuhkan bantuan.

Ganjar berharap setiap daerah tumbuh komunitas seperti Kersem yang menjadi episentrum gempa kesenian di wilayahnya masing-masing. Selain itu Ganjar juga sejak lama menggagas acara Ngunduh Seni yang keliling di tiap kab kota.

"Kalau ada acara saya seneng juga diundang, tidak hanya datang tapi juga main yang asyik-asyik" tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Kaesang Berpotensi Menang...
Kaesang Berpotensi Menang Pilkada Jateng, Ini Sejumlah Indikator Pendukung
Ahmad Luthfi Sebut Jateng...
Ahmad Luthfi Sebut Jateng Butuh Pemimpin yang Bisa Hubungkan Semua Kalangan
Pilgub Jateng, Bacagub...
Pilgub Jateng, Bacagub Eko Suwarni Minta Restu ke Ulama Kharismatik Solo Mbah Lepo
Puan Sebut PDIP Pertimbangkan...
Puan Sebut PDIP Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilkada Jateng
Hadapi Pilgub Jateng,...
Hadapi Pilgub Jateng, PDIP Tak Gentar dengan Jokowi Effect
Politikus Demokrat Bicara...
Politikus Demokrat Bicara soal Sosok Sudaryono: Kapasitas Kepemimpinannya Oke
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
2 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
4 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
4 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
4 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Intelijen: Ukraina Akan...
Intelijen: Ukraina Akan Lenyap jika Tak Setuju Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved