Jembatan Kenteng, Titik Kritis Penghubung Tol Salatiga-Colomadu
Rabu, 30 Mei 2018 - 22:33 WIB
Jembatan Kenteng, Titik Kritis Penghubung Tol Salatiga-Colomadu
A
A
A
SEMARANG - Menjelang arus mudik Lebaran 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memaksimalkan persiapan tol fungsional dari Gerbang Tol Salatiga hingga Colomadu, Karanganyar.
Dari pantauan SINDOnews, tampak aktivitas pengerjaan sejumlah sarana pendukung dilakukan mulai dari KM 40+433 hingga KM 492+800, Rabu (30/5/2018).
Terlihat pula pengerjaan jalur darurat yakni Jembatan Tol Kenteng yang berada di wilayah Dusun Pamotan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik kritis, karena hingga hari ini belum tersambungnya jembatan Tol Kenteng yang menjadi penghubung antara Tol Salatiga menuju Tol Colomadu.
Namun, Plt Kepala Dinas Binamarga Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono meyakini tol fungsional siap untuk dilewati pemudik adalah Tol Colomadu hingga Tol Sragen.
Dia menyebutkan, jalur tol sepanjang 35 Kilometer tersebut terdapat tiga gerbang tol yakni gerbang tol Bandara, gerbang tol Purwodadi, dan gerbang tol Karanganyar.
"Tol fungsional dari Salatiga hingga Colomadu diupayakan siap hingga H-7. Hal ini dikarenakan masih terdapat titik jembatan yang kritis," ungkap Hanung di sela pantauan jalur Tol Salatiga-Colomadu, Rabu (30/5/2018).
"Yang menjadi titik kritis adalah Jembatan Kenteng di mana harus membuat jalur darurat sekitar 475 meter yang masih diselesaikan hingga H-7," ungkapnya.
Dia menambahkan, ada tiga jembatan tol yang akan dilakukan pengecoran Rabu (30/5) malam ini. Ketiga jembatan itu adalah Jembatan Tol Genjer, Jembatan Tol Cemara, dan Jembatan Tol Kutatunggah.
"Kami berharap malam ini tidak hujan. Ketiga jembatan ini semestinya lebih cepat selesai karena ada umur beton. Minimal memakai fast track (percepatan) tiga hari selesai," harapannya.
Menurutnya, ketiga jembatan tersebut bisa digunakan pada 8 Juni. Dan, secara keseluruhan progres pembangunan tol ini telah mencapai 90 persen. "Rekayasa pemberlakuan jalur fungsional akan dilakukan setelah pengecekan kembali. Pemberlakuan jalur ini dilakukan bersama Ditlantas Polda Jateng," ujar Hanung.
“Untuk jalur mudik arahnya dari Salatiga hingga Colomadu akan menggunakan lajur kiri dari H-7 hingga H+2, dan untuk jalur balik dari H+3 hingga H+7," sebutnya.
Sementara, Pimpinan Proyek Jalan tol Solo-Ngawi (JSN) Edi Priyono Broto menerangkan bahwa jalur tol fungsional rencanannya dibuka dari pukul 18.00 hingga pukul 17.00. Namun terdapat permintaan dari Polda Jateng jalur tersebut digunakan hingga pukul 21.00. "Jadi kelihatannya kami akan buka tol tersebut dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00," kata Edi.
Dia mengatakan, untuk pengoperasian tol fungsional pada malam hari telah disediakan penerangan dengan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sementara. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat penerangan dan rambu-rambu di jalur kritis seperti di Jembatan Tol Kenteng.
"Di titik-titik kritis akan kami jaga hingga selesai fungsional terutama di wilayah persilangan sebidang. Di proyek kami ini terdapat sepuluh persilangan sebidang kami tempat petugas lalu lintas dan rambu-rambu," ujarnya.
Dari pantauan SINDOnews, tampak aktivitas pengerjaan sejumlah sarana pendukung dilakukan mulai dari KM 40+433 hingga KM 492+800, Rabu (30/5/2018).
Terlihat pula pengerjaan jalur darurat yakni Jembatan Tol Kenteng yang berada di wilayah Dusun Pamotan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik kritis, karena hingga hari ini belum tersambungnya jembatan Tol Kenteng yang menjadi penghubung antara Tol Salatiga menuju Tol Colomadu.
Namun, Plt Kepala Dinas Binamarga Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono meyakini tol fungsional siap untuk dilewati pemudik adalah Tol Colomadu hingga Tol Sragen.
Dia menyebutkan, jalur tol sepanjang 35 Kilometer tersebut terdapat tiga gerbang tol yakni gerbang tol Bandara, gerbang tol Purwodadi, dan gerbang tol Karanganyar.
"Tol fungsional dari Salatiga hingga Colomadu diupayakan siap hingga H-7. Hal ini dikarenakan masih terdapat titik jembatan yang kritis," ungkap Hanung di sela pantauan jalur Tol Salatiga-Colomadu, Rabu (30/5/2018).
"Yang menjadi titik kritis adalah Jembatan Kenteng di mana harus membuat jalur darurat sekitar 475 meter yang masih diselesaikan hingga H-7," ungkapnya.
Dia menambahkan, ada tiga jembatan tol yang akan dilakukan pengecoran Rabu (30/5) malam ini. Ketiga jembatan itu adalah Jembatan Tol Genjer, Jembatan Tol Cemara, dan Jembatan Tol Kutatunggah.
"Kami berharap malam ini tidak hujan. Ketiga jembatan ini semestinya lebih cepat selesai karena ada umur beton. Minimal memakai fast track (percepatan) tiga hari selesai," harapannya.
Menurutnya, ketiga jembatan tersebut bisa digunakan pada 8 Juni. Dan, secara keseluruhan progres pembangunan tol ini telah mencapai 90 persen. "Rekayasa pemberlakuan jalur fungsional akan dilakukan setelah pengecekan kembali. Pemberlakuan jalur ini dilakukan bersama Ditlantas Polda Jateng," ujar Hanung.
“Untuk jalur mudik arahnya dari Salatiga hingga Colomadu akan menggunakan lajur kiri dari H-7 hingga H+2, dan untuk jalur balik dari H+3 hingga H+7," sebutnya.
Sementara, Pimpinan Proyek Jalan tol Solo-Ngawi (JSN) Edi Priyono Broto menerangkan bahwa jalur tol fungsional rencanannya dibuka dari pukul 18.00 hingga pukul 17.00. Namun terdapat permintaan dari Polda Jateng jalur tersebut digunakan hingga pukul 21.00. "Jadi kelihatannya kami akan buka tol tersebut dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00," kata Edi.
Dia mengatakan, untuk pengoperasian tol fungsional pada malam hari telah disediakan penerangan dengan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sementara. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat penerangan dan rambu-rambu di jalur kritis seperti di Jembatan Tol Kenteng.
"Di titik-titik kritis akan kami jaga hingga selesai fungsional terutama di wilayah persilangan sebidang. Di proyek kami ini terdapat sepuluh persilangan sebidang kami tempat petugas lalu lintas dan rambu-rambu," ujarnya.
(zik)