Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Lebaran, Jasa Marga Terapkan Sistem Ini
Rabu, 30 Mei 2018 - 22:15 WIB
Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Lebaran, Jasa Marga Terapkan Sistem Ini
A
A
A
BANDUNG - Untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2018 atau Idul Fitri 1439 H, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan sejumlah pembenahan dan strategi dalam mengelola Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area. Guna mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga akan menerapkan sistem rest area monitoring.
AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengatakan, rest area merupakan lokasi krusial dalam pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran. Kepadatan kendaraan di rest area kerap menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di jalan tol. Karena itu, Jasa Marga melakukan serangkaian upaya guna menjamin kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan tol, khususnya pemudik. Pada lebaran kali ini, Jasa Marga menerapkan sistem rest area monitoring.
"Rest area monitoring merupakan sistem pengawasan dengan menggunakan teknologi CCTV. CCTV berfungsi untuk vehicle counting dan surveillance yang dapat mendeteksi jumlah dan jenis kendaraan yang masuk dan keluar rest area, serta menghitung ketersediaan lahan parkir. Dengan begitu, dapat memandu petugas dalam pengaturan lalu lintas di rest area," kata Dwimawan dalam rilisnya.
Dalam pelaksanaannya, ujar Dwimawan, CCTV counting dan klasifikasi kendaraan ditempatkan di akses masuk dan keluar rest area. Hasil counting dan klasifikasi kemudian akan ditampilkan di Variable Message Sign (VMS) atau layar displai pada akses masuk rest area. Petunjuk ini juga dapat memberikan pilihan kepada pengguna jalan untuk memilih rest area dengan melihat kapasitas parkir yang tersedia.
Dengan sistem rest area monitoring tersebut, jumlah kendaraan akan terpantau, arus lalu lintas di dalam rest area dapat terdistribusikan dengan baik dan tidak menimbulkan kepadatan. Sehingga akhirnya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol.
"Saat ini, rest area monitoring telah diterapkan di 11 rest area di jalan tol milik Jasa Marga. Antara lain, Ruas Jakarta-Cikampek, Rest Area Km 19, Km 39 A, Km 57 A, Km 62 B dan Km 42 B. Ruas Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), Km 72 A, Km 72 B, Km 97 B, Km 88 A, dan Km 88 B. Ruas Palimanan-Kanci (Palikanci) di Km 207 A," paparnya.
Ke depan, tutur dia, Jasa Marga akan mengembangkan fitur rest area monitoring dengan deteksi kendaraan masuk, berapa lama kendaraan parkir, dan memberikan announcer (alarm) untuk mengingatkan ketika kendaraan tersebut sudah terlalu lama parkir, deteksi prakiraan kepadatan kendaraan di dalam rest area, dan sebagainya. Penerapan sistem rest area monitoring tidak hanya akan diterapkan saat lebaran, namun akan selalu diterapkan pada hari-hari lain, terutama saat akhir pekan.
"Dalam pelaksanaan arus mudik dan balik, Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol khususnya pemudik untuk selalu mempersiapkan kondisi tubuh dan kendaraan dalam kondisi prima. Jika mengalami kelelahan dan ngantuk, maka pengguna jalan tol disarankan untuk beristirahat sejenak di rest area terdekat."
AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengatakan, rest area merupakan lokasi krusial dalam pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran. Kepadatan kendaraan di rest area kerap menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di jalan tol. Karena itu, Jasa Marga melakukan serangkaian upaya guna menjamin kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan tol, khususnya pemudik. Pada lebaran kali ini, Jasa Marga menerapkan sistem rest area monitoring.
"Rest area monitoring merupakan sistem pengawasan dengan menggunakan teknologi CCTV. CCTV berfungsi untuk vehicle counting dan surveillance yang dapat mendeteksi jumlah dan jenis kendaraan yang masuk dan keluar rest area, serta menghitung ketersediaan lahan parkir. Dengan begitu, dapat memandu petugas dalam pengaturan lalu lintas di rest area," kata Dwimawan dalam rilisnya.
Dalam pelaksanaannya, ujar Dwimawan, CCTV counting dan klasifikasi kendaraan ditempatkan di akses masuk dan keluar rest area. Hasil counting dan klasifikasi kemudian akan ditampilkan di Variable Message Sign (VMS) atau layar displai pada akses masuk rest area. Petunjuk ini juga dapat memberikan pilihan kepada pengguna jalan untuk memilih rest area dengan melihat kapasitas parkir yang tersedia.
Dengan sistem rest area monitoring tersebut, jumlah kendaraan akan terpantau, arus lalu lintas di dalam rest area dapat terdistribusikan dengan baik dan tidak menimbulkan kepadatan. Sehingga akhirnya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol.
"Saat ini, rest area monitoring telah diterapkan di 11 rest area di jalan tol milik Jasa Marga. Antara lain, Ruas Jakarta-Cikampek, Rest Area Km 19, Km 39 A, Km 57 A, Km 62 B dan Km 42 B. Ruas Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), Km 72 A, Km 72 B, Km 97 B, Km 88 A, dan Km 88 B. Ruas Palimanan-Kanci (Palikanci) di Km 207 A," paparnya.
Ke depan, tutur dia, Jasa Marga akan mengembangkan fitur rest area monitoring dengan deteksi kendaraan masuk, berapa lama kendaraan parkir, dan memberikan announcer (alarm) untuk mengingatkan ketika kendaraan tersebut sudah terlalu lama parkir, deteksi prakiraan kepadatan kendaraan di dalam rest area, dan sebagainya. Penerapan sistem rest area monitoring tidak hanya akan diterapkan saat lebaran, namun akan selalu diterapkan pada hari-hari lain, terutama saat akhir pekan.
"Dalam pelaksanaan arus mudik dan balik, Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol khususnya pemudik untuk selalu mempersiapkan kondisi tubuh dan kendaraan dalam kondisi prima. Jika mengalami kelelahan dan ngantuk, maka pengguna jalan tol disarankan untuk beristirahat sejenak di rest area terdekat."
(zik)