Ronda Malam Pantau Gunung Merapi, Warga Butuh Dukungan Logistik

Jum'at, 25 Mei 2018 - 19:40 WIB
Ronda Malam Pantau Gunung...
Ronda Malam Pantau Gunung Merapi, Warga Butuh Dukungan Logistik
A A A
BOYOLALI - Warga di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali menggelar ronda malam di 30 titik guna memantau kondisi Gunung Merapi saat hari gelap. Mereka mulai membutuhkan dukungan logistik karena bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jawa Tengah dan Boyolali baru sebatas untuk keperluan pengungsi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan, ronda malam dilakukan di seluruh Dukuh yang ada di wilayahnya. Untuk satu dukuh terdapat dua atau lebih titik ronda.

"Termasuk di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) di Dukuh Tlogolele warga juga bersiaga jika ada pengungsi datang," ungkap Neigen Achtah Nur Edy Saputra Jumat (25/5/2018).

Dengan status Gunung Merapi yang naik dari level aktif normal ke waspada, maka kegiatan pemantauan malam hari secara visual digiatkan. Sehingga ketika ada kejadian bisa langsung menginformasikan kepada masyarakat sekitar.

Hanya saja, kegiatan itu juga membutuhkan dukungan logistik. Diantaranya gula, kopi, teh dan makanan ringan. Warga selama beberapa hari menggelar ronda harus patungan membeli kebutuhan itu. Ada juga yang sukarela membawa untuk dikonsumsi bersama. Sementara bantuan dari BPBD Jateng maupun Boyolali baru menjangkau untuk kebutuhan pengungsi.

Di antaranyaa peralatan makan, peralatan kebersihan, tikar, perlengkapan mandi, dan mi instan. "Ada juga kopi sachet tapi jumlahnya tidak mencukupi untuk dibagi ke seluruh titik ronda," terangnya.

Padahal itu satu titik ronda jumlah warga yang berjaga mencapai sepuluh orang. Pihaknya berharap instansi terkait juga memikirkan kebutuhan logistik bagi para peronda. Sebab jika terus menerus biaya sendiri, diakui tentu kantong warga bakal jebol.

Padahal kondisi Merapi tidak bisa ditentukan apakah kembali normal atau terus naik statusnya. "Pada Kamis malam hingga Jumat siang kondisinya tenang," terangnya.

Tidak seperti beberapa hari sebelumnya yang mengalami erupsi freatik dengan suara gemuruh, kepulan asap membumbung hingga menyemburkan abu vulkanik. Namun demikian, warga tetap waspada mengingat gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu telah memasuki erupsi magmatis. Warga tidak mau lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan.
(nag)
Berita Terkait
Keren, Mahasiswi Ini...
Keren, Mahasiswi Ini Bikin Solusi untuk Minimalisir Korban Erupsi Gunung Berapi
Gunung Merapi Alami...
Gunung Merapi Alami Guguran Lava dari Tebing 1954
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
BNPB Tegaskan Letusan...
BNPB Tegaskan Letusan Gunung Semeru Tidak Memicu Tsunami
Selama 6 Jam Gunung...
Selama 6 Jam Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 28 Kali
Mengenal Tingkat Status...
Mengenal Tingkat Status atau Aktivitas Gunung Berapi
Berita Terkini
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
19 menit yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
23 menit yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
54 menit yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
10 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
11 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved