Polisi Sebut Pelajar SMK Bekasi Begal dan Tewas di Tangan Korbannya
Jum'at, 25 Mei 2018 - 20:01 WIB
Polisi Sebut Pelajar SMK Bekasi Begal dan Tewas di Tangan Korbannya
A
A
A
BEKASI - Kepala Kepolisian Resor Metropolitan (Kapolres Metro) Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, pelajar yang tewas dan satu lagi sekarat disabet celurit di Jalan Raya Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, ternyata pelaku begal yang dilawan oleh korbannya.
"Setelah kita melakukan penelusuran kedua korban adalah pelaku pencurian kekerasan yang dilawan oleh korbannya," katanya di Bekasi, Jumat (25/5/2018). (Baca: Pelajar SMK Bekasi yang Tewas Ternyata Begal Sadis )
Pelaku yang tewas di tangan korbanya adalah Aric Saifuloh (17), tewas dengan luka sabetan di bagian perut, leher, pinggang dan rekanya yang kritis adalah Indra Yulianto (16),
Indarto menegaskan, cerita keduanya diserang begal adalah kebohongan yang dilakukan oleh rekanya yang selamat yakni Indra Yulianto. Tersangka MIB yang telah menjadi korban pembegalan melaporkan kejadian itu ke Polrestro Bekasi Kota secara bersamaan dengan laporan RS Anna menghubungi Polsek Bekasi Utara.
Pihak rumah sakit menyebutkan ada dua orang terluka masuk IGD dan tidak lama satu di antaranya meninggal dunia. Anggota Polsek Bekasi Utara pun menginterogasi Indra yang kemudian keluarlah karangan ceritanya, kalau dia diserang oleh enam orang mengendarai tiga sepeda motor.
Saat itu Indra menjelaskan dirinya baru pulang dari rumah kakeknya di Kayuringin, Bekasi Selatan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata keterangan Indra bohong dan setelah dicroschek dengan MIB dan rekannya, Indra pun mengakui.
"Kedua pelaku adalah begal pemain lama," tegasnya. (Baca: Diserang Sekelompok Remaja, Seorang Pelajar SMK di Bekasi Tewas )
Sekadar diketahui, seorang pelajar SMK Darul Takwa tewas mengenaskan di Jalan Raya Perjuangan, depan Universitas Bhayangkara, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Korban Aric Saifuloh (17) tewas dengan luka bacok di perut, leher dan pinggang setelah dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.
Sedangkan rekanya Indra Yulianto (16) mengalami kritis dan kini dirawat di RS Anna Medika karena menderita luka bacok pada bagian kepala belakang, dan punggung.
"Kedua korban dianiaya oleh sekolompok orang menggunakan senjata tajam," kata Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Kamis 24 Mei 2018.
"Setelah kita melakukan penelusuran kedua korban adalah pelaku pencurian kekerasan yang dilawan oleh korbannya," katanya di Bekasi, Jumat (25/5/2018). (Baca: Pelajar SMK Bekasi yang Tewas Ternyata Begal Sadis )
Pelaku yang tewas di tangan korbanya adalah Aric Saifuloh (17), tewas dengan luka sabetan di bagian perut, leher, pinggang dan rekanya yang kritis adalah Indra Yulianto (16),
Indarto menegaskan, cerita keduanya diserang begal adalah kebohongan yang dilakukan oleh rekanya yang selamat yakni Indra Yulianto. Tersangka MIB yang telah menjadi korban pembegalan melaporkan kejadian itu ke Polrestro Bekasi Kota secara bersamaan dengan laporan RS Anna menghubungi Polsek Bekasi Utara.
Pihak rumah sakit menyebutkan ada dua orang terluka masuk IGD dan tidak lama satu di antaranya meninggal dunia. Anggota Polsek Bekasi Utara pun menginterogasi Indra yang kemudian keluarlah karangan ceritanya, kalau dia diserang oleh enam orang mengendarai tiga sepeda motor.
Saat itu Indra menjelaskan dirinya baru pulang dari rumah kakeknya di Kayuringin, Bekasi Selatan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata keterangan Indra bohong dan setelah dicroschek dengan MIB dan rekannya, Indra pun mengakui.
"Kedua pelaku adalah begal pemain lama," tegasnya. (Baca: Diserang Sekelompok Remaja, Seorang Pelajar SMK di Bekasi Tewas )
Sekadar diketahui, seorang pelajar SMK Darul Takwa tewas mengenaskan di Jalan Raya Perjuangan, depan Universitas Bhayangkara, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Korban Aric Saifuloh (17) tewas dengan luka bacok di perut, leher dan pinggang setelah dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.
Sedangkan rekanya Indra Yulianto (16) mengalami kritis dan kini dirawat di RS Anna Medika karena menderita luka bacok pada bagian kepala belakang, dan punggung.
"Kedua korban dianiaya oleh sekolompok orang menggunakan senjata tajam," kata Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Kamis 24 Mei 2018.
(mhd)