PMKS Marak Memasuki Ramadhan, Sandi: Masuk Jakarta Harus Punya Skill

Rabu, 23 Mei 2018 - 10:44 WIB
PMKS Marak Memasuki...
PMKS Marak Memasuki Ramadhan, Sandi: Masuk Jakarta Harus Punya Skill
A A A
JAKARTA - Memasuki bulan Ramadhan, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) mulai marak di jalanan Jakarta. Mereka diduga datang dari berbagai daerah, khususnya di sekitaran Jakarta.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan bahwa diperlukan keterampilan jika ingin mengadu nasib di Ibu Kota.

"Ya, itu kita harus berikan satu pemahaman bahwa kalau masuk Jakarta itu harus punya skill yang dibutuhkan oleh dunia usaha maupun Ibu Kota kita," ujar Sandi di Balai Kota, Rabu (23/5/2018). (Baca juga: Dinsos DKI Sebut SOTR Pancing PMKS Meminta-minta di Jalan)

Menurut Sandi, apabila datang ke Jakarta tanpa keterampilan, maka akan susah bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

Oleh karena itu, sebelum datang ke Jakarta sebaiknya mempersiapkan diri terlebih dahulu. Perlu diberi pelatihan di daerah masing-masing. (Baca juga: Pengemis Membawa Uang Rp28,8 Juta Terjaring Razia di Slipi)

"Pelatihan harus dilakukan, baik di hulunya maupun di daerah-daerahnya itu. Dan kami sebetulnya ingin mengarahkan mereka untuk kedaulatan pangan (bertani di daerah)," kata Sandi.

Sandi ingin ada satu terobosan dimana di daerah-daerah bisa dikembangkan sentra-sentra pertanian. Untuk itu, Sandi akan mendiskusikan konsep ini secara mendalam dengan Kementerian Pertanian. (Baca juga: Dinsos DKI Sebut Tahun 2017 Jumlah PMKS Turun 45 Persen)

"Bagaimana kita buat sentra-sentra pangan di daerah itu dan menyerap peluang usaha dan peluang kerja. Lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya rakyat yang bisa mensuplai pangan ke Ibu Kota," tutupnya.

Menurut Sandi, suplai pangan ke Jakarta perlu terus dijaga sehingga harga tetap stabil. Politisi Partai Gerindra itupun menyinggung soal kenaikan harga sejumlah komoditas pangan belakangan ini. (Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemprov DKI Pastikan Harga Pangan Aman)

"Di Ibu Kota ini sekarang agak naik ya harga-harga. Walaupun di luar kendali kami, karena (faktor) dollar naik, sudah Rp14.200. Secara otomatis harga ayam dan harga komoditas yang bergantung kepada dollar, bahkan tempe tahu itu perlahan merangkak naik," pungkas Sandi.
(thm)
Berita Terkait
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Sebelum Dipulangkan...
Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal, 1.542 PMKS Dites Covid-19
259 PMKS dan Tunawisma...
259 PMKS dan Tunawisma Terjaring Razia, 41 Orang Bertahan di Gor Ciracas
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved