Pemkab Kobar Bakal Sanksi Pangkalan Elpiji yang Jual Gas Melon ke Warung

Selasa, 22 Mei 2018 - 09:23 WIB
Pemkab Kobar Bakal Sanksi...
Pemkab Kobar Bakal Sanksi Pangkalan Elpiji yang Jual Gas Melon ke Warung
A A A
PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mendorong supaya seluruh pangkalan elpiji tidak menjual tabung gas kapasitas 3 kilogram ke warung-warung umum. Apabila hal itu diketahui dan terbukti, Pemkab Kobar tidak segan mencabut izinnya.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, permasalahan harga elpiji mahal sudah berusaha diatasi dengan melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menerapkan pemberian kartu kendali, agar masyarakat bisa mendapatkan gas elpiji ke pangkalan.

"Distribusi gas elpiji 3 kilogram itu di pangkalan. Kalau sudah sampai di warung-warung, itu yang membuat mahal," ujarnya di Pangkalan Bun, Selasa (22/5/2018).

Lantas, siapa yang menyuplai gas elpiji ke warung-warung? Dirinya mencurigai bahwa ada pangkalan elpiji nakal yang menyuplai tabung gas bersubsidi ke warung-warung.

"Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk terus melakukan operasi terhadap warung yang menjual elpiji 3 kilogram. Kalau ada menjual langsung angkut, bawa ke Satpol PP," tegas Nurhidayah.

Bahkan, jika ada pangkalan yang terbukti menyuplai gas elpiji bersubsidi ke warung, Pemkab Kobar siap memberikan saksi tegas berupa pencabutan izin. Hal tersebut sebagai upaya penanggulangan harga elpiji mahal.

"Kami juga dapat arahan dari Pak Gubernur Kalteng. Kalau ada yang terbukti menyuplai elpiji ke warung maka harus dicabut izinnya," tambah Nurhidayah.

Operasi penertiban pun harus sering dilakukan. Menurutnya, jika tabung gas bersubsidi yang dirazia itu dikumpulkan, nantinya akan terlihat pangkalan mana yang jumlahnya menyusut. Dari situ Pemkab Kobar untuk menelisik lebih jauh.

"Operasi dilakukan di warung-warung yang menjual elpiji. Sehingga, rujukan masyarakat saat mencari gas elpiji bersubsidi itu ke pangkalan, bukan lagi ke warung. Ini upaya untuk menekan agar harga elpiji bersubsidi tetap stabil."

Nurhidayah mengatakan, sebagai kepala daerah masih sering mendapat laporan mengenai harga elpiji bersubsidi sampai Rp40 ribu. Padahal harga normalnya di Kobar, terutama untuk wilayah kota hanya Rp18 ribu dan di wilayah kecamatan paling mahal Rp22 ribu, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
(zik)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
15 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
31 menit yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
32 menit yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved