Tarif LRT Dipastikan di Bawah Tarif Taksi dan Ojek Online

Rabu, 16 Mei 2018 - 20:35 WIB
Tarif LRT Dipastikan...
Tarif LRT Dipastikan di Bawah Tarif Taksi dan Ojek Online
A A A
JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) masih terus mematangkan skema tarif kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Velodrome-Kelapa Gading. Jakpro berharap tarif tidak perlu disubsidi pemerintah, namun tetap terjangkau masyarakat.

"Tarif pada prinsinya tidak menggunakan mekanisme subsidi. Kami beranggapan sekitar Rp10 ribu-14 ribu, meskipun diputuskan ada batas atas dan bawah. Jadi ketika kosong, bisa lebih murah. Tarif ini Kelapa Gading ke Dukuh Atas," ujar Direktur PT Jakpro, Satya Heragandhi, di Balai Kota, Rabu (16/5/2018).

Meskipun LRT baru sampai Velodrome-Kelapa Gading, kata Satya, pengguna LRT untuk mencapai Dukuh Atas cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp10 ribu-14 ribu. Sementara saat perhelatan Asian Games, rencananya ada diskon menjadi sekitar Rp6 ribu.

"Hitungan tarif itu tetap dari Kelapa Gading ke Dukuh Atas. Tarif tidak boleh di atas taksi dan ojek online (ojol). Taksi tarifnya ke Dukuh Atas Rp36 ribu-41 ribu, sepeda motor Rp19 ribu-24 ribu. Jadi, ketika kita (LRT) masuk Rp10 ribu-14 ribu, masih terjangkau. Tidak perlu macet," tandasnya.

Satya berharap dalam waktu dekat bisa duduk bersama dengan DPRD untuk membahas tarif LRT tersebut. Pihaknya sebisa mungkin tidak meminta subsidi berupa public service obligation (PSO).

Pihaknya juga ingin membicarakan mengenai pembangunan fase II dari Velodrome menuju Tanah Abang yang rencananya menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).

Sementara itu, Ketua Bidang Perkretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana, meminta PT Jakarta Propertindo bersama Pemprov DKI dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), mematangkan trase LRT yang menjadi kewenangan DKI sebelum membahas tarif.

Dengan begitu, integrasi moda transportasi tercipta dan tidak berhimpitan dengan moda transportasi lainnya. Sejauh ini, kata Adit, PT Jakarta Propertindo dan Pemprov DKI belum memiliki trase LRT yang jelas.

Rencana perpanjangan rute ke Tanah Abang salah satu contoh belum matangnya kajian trase. Padahal, trase itu penting agar moda transportasi terintegrasi. "Integrasi itu bukan hanya fisik. Sistem pembayaran dan jadwalnya juga harus terintegrasi," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Proyek LRT Jakarta Fase 2A
ADHI Torehkan Prestasi...
ADHI Torehkan Prestasi Baru, Terapkan U-Shaped Girder Pertama dan Terpanjang di Indonesia
KAI Pastikan Tak Ada...
KAI Pastikan Tak Ada Lagi Pembengkakan Biaya Proyek LRT Jabodebek
LRT Jabodebek akan Launching...
LRT Jabodebek akan Launching pada Tanggal 12 Juli 2023
Hampir Rampung, Begini...
Hampir Rampung, Begini Penampakan Stasiun LRT Rasuna Said yang Terintegrasi dengan TransJakarta
LRT Jabodebek Batal...
LRT Jabodebek Batal Gratiskan Tarif Selama Periode Soft Launching
Berita Terkini
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 menit yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
1 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
3 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved