Kapolri Sebut Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Masih 1 Keluarga

Senin, 14 Mei 2018 - 13:31 WIB
Kapolri Sebut Terduga...
Kapolri Sebut Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Masih 1 Keluarga
A A A
SURABAYA - Pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan ternyata merupakan satu keluarga. Ini sama seperti pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya kemarin dan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo tadi malam. (Baca juga:Kapolri: Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga dan Terkait ISIS)

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018). Identitas pelaku serangan bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya merupakan warga Surabaya, tepatnya di Krukah, Kecamatan Ngagelrejo berinisial TM . Pelaku serangan berjumlah lima orang termasuk anak kecil berusia 8 tahun. Serangan ini dilakukan menggunakan dua sepeda motor.

“Yang anak kecil terlempar dan selamat. Dia masih dirawat di rumah sakit (PHC). Anak ini merupakan saksi kunci karena dia selamat,” katanya. (Baca: Bom Meledak di Mapolrestabes Surabaya)

Tito menambahkan, pelaku satu keluarga ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur (Jatim) pimpinan Dita Supriyanto.

Dita sendiri tewas setelah melakukan serangan bom bunuh diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna kemarin.

Menurutnya, aksi bom bunuh diri lebih karena motif balas dendam. Ini setelah pimpinan JAD di Indonesia, Aman Abdurrahman ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kasus bom Thamrin pada 2016 lalu. JAD sendiri merupakan bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia.

“Setelah Aman ditangkap, dia lantas digantikan oleh Zainal Ansori. Zainal juga sudah berhasil ditangkap ada tuduhan kepemilikan senjata api,” ujarnya.

Lantaran para pimpinannya ditangkap, lanjutnya, para anggotanya melakukan aksi balas dendam. Salah satunya adalah aksi serangan di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Disusul dengan serangan bom di Surabaya. Pimpinan JAD Jatim, Dita Supriyanto merupakan teman dekat dari pelaku bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Anton Febriantoa.

“Ini sebuah fenomena baru, dimana ada aksi bom bunuh diri sekeluarga dan bahkan melibatkan anak kecil. Kenapa aksi bom bunuh diri dilakukan di Surabaya, karena mereka menguasai daerah ini,” kata Tito.
(sms)
Berita Terkait
6 Teror Bom di Indonesia...
6 Teror Bom di Indonesia Paling Menyita Perhatian Internasional
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Belum Ada Motif Terorisme...
Belum Ada Motif Terorisme dalam Aksi Penyanderaan di Kelab Malam Belanda
Dua Aksi Teror dalam...
Dua Aksi Teror dalam Seminggu, Kosgoro 57: Ada Pergeseran Tren Pelaku
Teror Orang Tak Dikenal,...
Teror Orang Tak Dikenal, Toko Batik di Sleman Dilempar 3 Bom Molotov
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
2 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
4 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
4 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
4 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
4 jam yang lalu
Infografis
Aksi Bom Bunuh Diri...
Aksi Bom Bunuh Diri Terjadi di Depan Gereja Katedral Makassar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved