Anggota Intelmob Ditikam, IPW Prihatin Brimob Kembali Kecolongan

Jum'at, 11 Mei 2018 - 11:17 WIB
Anggota Intelmob Ditikam,...
Anggota Intelmob Ditikam, IPW Prihatin Brimob Kembali Kecolongan
A A A
JAKARTA - Penyerangan brutal dilakukan oleh orang tak dikenal dan menewaskan seorang anggota Intelmob Sat Intel Kor Brimob Kelapa Dua Depok. Mengenai peristiwa ini, Indonesian Police Watch (IPW) prihatin karena Brimob kembali kecolongan pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, sangat disayangkan Mako Brimob kembali kecolongan dengan aksi yang diduga dilakukan oleh teroris. "Ini terjadi pasca lima anggota polisi terbunuh pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Kita berharap polisi transparan mengungkap masalah ini," katanya melalui siaran persnya, Jumat (11/5/2018).

Berdasarkan informasi yang didapatkan IPW, pelakunya diduga teroris yang mengincar Mako Brimob pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob kemarin.

Saat penjagaan, sekitar pukul 23.45 WIB, dua anggota intel melihat tiga lelaki mencurigakan yang diduga membawa bahan peledak. "Kedua anggota intel itu berusaha membekuk ketiganya tapi hanya TS yang tertangkap, sedangkan dua lainnya berhasil kabur," katanya.

Pelaku yang tertangkap lalu dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob. Saat diperiksa TS diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung siang Jabar.

Saat diperiksa TS ijin ke toilet karena lama tak muncul Bripka Marhum Prencje (41) mendatangi toilet. Saat itulah TS melakukan serangan dan menikam anggota Brimob itu bertubi tubi.

Mendengar keributan di toilet teman temannya mendatangi TKP dan berhasil membekuk TS. Sementara Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Pukul 02.40 korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

"Kami merasa prihatin dengan peristiwa ini karena terjadi di Mako Brimob paskah kekacauan di Rutan Brimob. IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana," ujarnya.

Neta mengingatkan, Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob. Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat.
(ysw)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
34 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
36 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
36 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
49 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved