Old City Bakal Diberi Sanksi Tegas, Sandi Koordinasi dengan BNN
Rabu, 25 April 2018 - 16:30 WIB
Old City Bakal Diberi Sanksi Tegas, Sandi Koordinasi dengan BNN
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, akan memberikan sanksi tegas kepada Diskotek Old City, Tambora, Jakarta Barat. Namun, kata dia, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Tegas saja. Kita tunggu dari BNN. Begitu ada dari BNN, kita berkoordinasi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).
Warga Tangerang yang bernama Frengki Bata (36) mengaku telah mengonsumsi narkoba di salah satu ruangan Diskotek Old City, Sandi mengatakan, akan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran pengakuan pria tersebut. Maka itu, kata dia, pihaknya tengan berkoordinasi dengan polisi.
"Tapi itu kan kita harus tahu dulu dia (korban) konsumsinya di situ atau tidak, atau dia konsumsi di luar. Nah itu ada investigasinya dan nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," paparnya. (Baca: Terindikasi Peredaran Narkoba, DKI Disarankan Tutup Diskotek )
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, walaupun Pemprov DKI memiliki tim untuk menginvestigasi, namun koordinasi dengan BNN merupakan suatu kewajiban. Pasalnya, selain memiliki data akurat tentang peredaran narkoba, lembaga anti barang haram itu juga mempunyai personel yang mumpuni.
"Ada penyidik kita. Tapi seperti yang kita ketahui sendiri, penyidik kita kurang dan kita kesulitan. Jadi kita harus terus berkoordinasi dengan BNN dan aparat kepolisian," tuturnya. (Baca: Diduga Tempat Peredaran Narkoba, Old City Terancam Ditutup )
"Tegas saja. Kita tunggu dari BNN. Begitu ada dari BNN, kita berkoordinasi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).
Warga Tangerang yang bernama Frengki Bata (36) mengaku telah mengonsumsi narkoba di salah satu ruangan Diskotek Old City, Sandi mengatakan, akan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran pengakuan pria tersebut. Maka itu, kata dia, pihaknya tengan berkoordinasi dengan polisi.
"Tapi itu kan kita harus tahu dulu dia (korban) konsumsinya di situ atau tidak, atau dia konsumsi di luar. Nah itu ada investigasinya dan nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," paparnya. (Baca: Terindikasi Peredaran Narkoba, DKI Disarankan Tutup Diskotek )
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, walaupun Pemprov DKI memiliki tim untuk menginvestigasi, namun koordinasi dengan BNN merupakan suatu kewajiban. Pasalnya, selain memiliki data akurat tentang peredaran narkoba, lembaga anti barang haram itu juga mempunyai personel yang mumpuni.
"Ada penyidik kita. Tapi seperti yang kita ketahui sendiri, penyidik kita kurang dan kita kesulitan. Jadi kita harus terus berkoordinasi dengan BNN dan aparat kepolisian," tuturnya. (Baca: Diduga Tempat Peredaran Narkoba, Old City Terancam Ditutup )
(mhd)