Harimau Bonita Memangsa Manusia karena Anaknya Diganggu?

Selasa, 24 April 2018 - 16:40 WIB
Harimau Bonita Memangsa...
Harimau Bonita Memangsa Manusia karena Anaknya Diganggu?
A A A
PEKANBARU - Harimau Bonita saat ini sudah direlokasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera milik Yayasan Arsari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Hasil pengamatan, diperkirakan Bonita pemangsa manusia di Pelanggiran, Kabupaten Inhil, Riau ini sudah mempunyai anak.

Lalu, di mana kini anak harimau Bonita? Benarkah Bonita membunuh manusia karena Bonita dendam anaknya diganggu? "Berdasarkan ciri susu harimau Bonita dia sudah mempunyai anak. Dia belum lama ini seperti menyusui. Ini dugaan kita," ucap Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono Selasa (24/4/2018).

Dugaan kuat harimau Bonita mempunyai anak juga disebabkan foktor usianya yakni diperkirakan 4 tahun. Harimau seusianya sudah pernah kawin. "Postur tubuhnya juga menunjukkan dia sudah punya anak. Namun, untuk memastikannya harus ditanya ke dokter hewan yang menanganinya," ucapnya.

Sebelum penangkapan Bonita, terdengar kabar bahwa ada sekolompok orang yang berhasil menangkap anak harimau di wilayah Pelanggiran, Inhil. Hal ini diduga menyebabkan Bonita turun gunung mencari anaknya dan menyerang manusia.

Pada 3 Januari 2018, Bonita mulai menyerang manusua. Korbannya adalah Jumiati (33), karyawan PT Tabung Haji Indo Plantation. Saat kejadian sebenarnya ada tiga orang yakni Yusmawati (33), Fitriyanti (40) dan korban. Anehnya, saat itu hanya korban yang dikejar walau lari ke atas pohon sawit.

Menurut Yusmawati, saat memanjat pohon sawit dirinya terjatuh dan tepat berada di hadapan Bonita. Namun, Bonita tidak menerkamnya malah mengejar Jumiati.

Kemudian, pada 10 Maret 2018 Bonita kembali menebar maut. Harimau Bonita kembali terlihat di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran atau sekitar 20 kilometer dari penerkaman Jumiati. Korbannya adalah Yusri Efendi (34 tahun).

Kala itu, Bonita mendatangi sekelompok pekerja sarang burung walet. Di sana Bonita langsung mengejar Yusri. Keterangan rekan korban, saat mengejar Yusri, Bonita melewati tiga orang lainnya dan langsung mengejar serta menerkam Yusri.

Apakah ini hanya kebetulan Bonita memilih korbannya? Apakah Bonita dendam dan menyerang manusia karena anaknya diganggu.

"Harimau itu mengganggu jika dia merasa terganggu. Beberapa hal yang membuat harimau terganggu adalah karena habitatnya terganggu. Kedua adalah dia terusik jika keluargnya diganggu, terakhir adalah sumber makanannya hilang," kata Suharyono.
(zik)
Berita Terkait
Apakah Harimau Adalah...
Apakah Harimau Adalah Kucing? Ini Jawabannya!
5 Bahaya Harimau Sebagai...
5 Bahaya Harimau Sebagai Hewan Peliharaan: Masalah Legalitas hingga Rentan Penyakit
4 Ciri Khas Harimau...
4 Ciri Khas Harimau Sumatera yang Membedakannya dari Jenis Harimau Lain
Menyelamatkan Raja Rimba:...
Menyelamatkan Raja Rimba: Inilah Daftar Habitat Harimau Sumatera di Indonesia
5 Fakta Mencengangkan...
5 Fakta Mencengangkan Harimau Sumatera: Sang Raja Hutan yang Terancam Punah
3 Perbedaan Harimau...
3 Perbedaan Harimau Putih dan Harimau Biasa, Selain dari Warnanya
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
7 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
10 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
10 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
10 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved