Penemu Kerangka Ikan Raksasa Relakan Temuannya untuk Ilmu Pengetahuan

Jum'at, 20 April 2018 - 14:43 WIB
Penemu Kerangka Ikan...
Penemu Kerangka Ikan Raksasa Relakan Temuannya untuk Ilmu Pengetahuan
A A A
TAMBELAN - Usman (53) nelayan Desa Kukup, Kecamatan Tambelan mengaku dirinya tidak keberatan jika tulang-belulang Ikan sepanjang 13 meter yang ditemukan terdampar di Pantai Pulau Pecundak pada bulan Februari 2018 lalu, diangkut ke museum pusat ibukota, untuk diteliti demi ilmu pengetahuan.

Menurutnya, jenis ikan itu tentu jenis ikan langka dan hasil temuannya bisa memberikan sumbangan dalam bidang ilmu pengetahuan.

"Saya tidak keberatan jika tulang belulang ini dipindahkan ke kota atau ke museum, apalagi untuk diteliti para ilmuan, karena jenis ikan ini dengan tulang-belulang yang cukup panjang merupakan hal unik dan langka," ujar Usman saat ditemui dikediamannya, Jumat (20/4/2018).

Usman, yang ditemui sempat menceritakan bagaimana dia tanpa sengaja menemukan kerangka ikan raksasa itu. Awalnya, menurut dia saat itu dirinya sehabis memancing melewati sebuah pulau, yang oleh masyarakat tambelan menyebut pulau itu dengan nama Pulau Pecundak.

"Saya menemukan kerangka tulang ikan ini, di Pulau Pecundak, sekitar 5 Kilometer dari sini. Sewaktu habis mancing ikan," kisahnya.

Saat dia melihat kerangka ilan yang terdampar itu, Usman kemudian menyampaikan kepada nelayan lain dan dirinya berinisiatif bersama nelayan sekitarnya untuk membawa tulang ikan raksasa tersebut ke rumahnya.

Sejak itulah, rumahnya jadi kerap dikunjungi oleh warga sekitar dan juga warga dari luar pulau Tambelan, untuk melihat langsung tulang ikan raksasa itu.

Begitu juga pada Kunjungan kerja Bupati Bintan, Apri Sujadi yang berkunjung ke Kecamatan tambelan, Jumat (20/4/2018). Apri pun menyiapkan waktu khusus untuk mendatangi rumah Usman untuk melihat kerangka ikan raksasa yanh ditemukan oleh para nelayan setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Apri langsung merasa takjub dan akan segera menghubungi instansi terkait lainnya guna pengambilan langkah kebijakan selanjutnya.

"Kita belum tahu, ini tulang ikan apa. Namun tentunya, jika dilihat dari struktur tulang, tentunya hewan ini sangat langka, perlu dilakukan penelitian dan pengelolaan temuan langka ini, agar memberikan manfaat bagi warga tambelan dan juga ilmu pengetahuan," pungkas Apri.
(sms)
Berita Terkait
Begini Cara Ilmuwan...
Begini Cara Ilmuwan Memperkirakan Usia Benda-benda Purbakala
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
21 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
25 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
3 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved