Kisah Anak Buruh Sawit Jadi Wisudawan Terbaik Raih IPK 3,99

Rabu, 18 April 2018 - 21:39 WIB
Kisah Anak Buruh Sawit...
Kisah Anak Buruh Sawit Jadi Wisudawan Terbaik Raih IPK 3,99
A A A
JEMBER - Anak seorang buruh sawit mampu meraih prestasi akademik yang tinggi. Karena Yunita Ayu Tarina menjadi lulusan terbaik di Universitas Muhammadiyah Jember dengan meraih IPK nyaris sempurna 3,99.

Selain IPK tertinggi, Tarina yang meraih gelar Sarjana Ekonomi ini juga menjadi lulusan tercepat yaitu 3 tahun 5 bulan di salah satu universitas swasta terbaik di Jawa Timur tersebut.

Semasa kuliah, Tarina juga banyak prestasi nasional dan internasional yang diraih gadis berusia 22 tahun ini. Salah satunya mewakili kampus dalam program pertukaran mahasiswa Muslim dengan sejumlah perguruan tinggi di Thailand.

Tarina yang berasal dari Desa Tegalharjo, Kerikilan, Banyuwangi ini adalah anak dari Hudori, seorang buruh sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hudori menjadi buruh sawit di salah satu perkebunan sawit plasma di Desa Sukamulya, Kecamatan Sungai Melayu Raya, Kabupaten Ketapang.

"Alhamdulillah Bapak kemarin bisa hadir ke Jember menyaksikan saya diwisuda. Sudah empat tahun tidak pulang agar bisa membiayai saya kuliah," kata Tarina usai wisuda di kampusnya, Sabtu 14 April 2018 lalu.

Tarina mengatakan, prestasi yang dia raih ini dia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Meskipun hanya anak seorang buruh sawit, namun Tarina bisa menunjukkan prestasi akademik dan non akademik terbaik.

"Bapak saya memutuskan bekerja jauh dari rumah agar saya bisa kuliah. Dan ini yang bisa saya berikan untuk Bapak," katanya.

Saat menjadi mahasiswa, Tarina aktif dalam berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus. Salah satunya menjadi salah satu pengurus di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jember.

Hudori yang hadir dalam wisuda tersebut mengaku bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih puteri sulungnya tersebut. "Alhamdulillah," kata pria yang sangat sederhana tersebut.

Ditanya apa cita-cita setelah meraih gelar sarjana, Tarina memilih ingin bekerja dulu daripada kuliah S-2. "Biar Bapak saya tidak perlu lagi bekerja jauh di Kalimantan Barat sana," katanya.

Kalau ada tawaran bekerja di perusahaan kelapa sawit, apakah bersedia? "InsyaAllah bersedia, siap ditempatkan di mana saja," katanya sambil tersenyum menutup sesi wawancara.
(sms)
Berita Terkait
Rahasia Sukses Rany...
Rahasia Sukses Rany Fardiany yang Berikan Manfaat untuk Orang Lain
Kisah Rozikin, Lolos...
Kisah Rozikin, Lolos Beasiswa LPDP dalam Sekali Percobaaan, Siap Dedikasikan Ilmu di Daerah Asal
Atlet Indonesia yang...
Atlet Indonesia yang Sukses Jadi Pebisnis, Ini Daftarnya
Awalnya Hanya Cari Uang...
Awalnya Hanya Cari Uang Tambahan, Riandi Oktovian Kini Sukses lewat Laptop Bekas
Kisah Sukses Daniel...
Kisah Sukses Daniel Tanri Rannu dari Dokter hingga Pengusaha
Usai Lewati Berbagai...
Usai Lewati Berbagai Cobaan, Eddy Yansen Sukses Kembangkan Usaha
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved