Lagi-Lagi Pertarungan Kader Banteng

Senin, 16 April 2018 - 22:00 WIB
Lagi-Lagi Pertarungan...
Lagi-Lagi Pertarungan Kader Banteng
A A A
DENYUT nadi Kota Bali masih beraturan pada pekan lalu. Jalan-jalan pun bersih. Tak ada poster maupun bendera partai yang menusuk mata. Ini agak aneh. Sebab, tahun ini Pulau Dewata akan mengadakan pilkada. "Bendera parpol (partai politik) dan poster sempat menghiasi jalan-jalan pada tiga hari setelah para kandidat mendaftar. Sekarang sudah bersih semua," jelas Wayan, seorang warga Nusa Dua.

Pria yang bekerja sebagai sopir antar-jemput tamu Hotel Goodway Nusa Dua ini mengaku belum memutuskan siapa yang akan dipilih pada pilkada tahun ini. "Dua pasang calon sama-sama kuat, jadi bingung memilih siapa," tuturnya.

Sejumlah kalangan memprediksi jagoan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bakal unggul. Maklum saja, PDI-P memang partai kuat di sini. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu selalu memperoleh suara terbanyak di Pulau Dewata. Saat ini, PDI-P menempatkan 27 politikusnya di DPRD Provinsi Bali. Pada periode sebelumnya, ada 24 kader. Kekuatan ini merembet hingga persaingan kursi Bali I yang selalu diperebutkan oleh politikus atau kepala daerah yang pernah diusung PDI-P.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali tahun ini kembali menyajikan pertarungan head to head antara I Wayan Koster-Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta. Menariknya, Koster merupakan Ketua DPD I PDI-P Bali dan Mantra adalah Wali Kota Denpasar dua periode yang diusung PDI-P. Namun, yang mendapatkan tiket dari Megawati adalah Koster. "Ini tentu setelah pertimbangan kiri-kanan. Kadang tiap malam saya tidur enggak nyenyak, seperti main catur," ujar Megawati saat mengumumkan jagoannya itu.

Wajar saja presiden kelima Indonesia itu agak hati-hati memilih calon gubernur yang diusung. Lima tahun lalu, jagoan PDI-P, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan kalah 996 suara dari I Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta. Kala itu, PDI-P dikeroyok sembilan parpol pengusung Pastika, antara lain, Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra, dan Hanura. "Buat saya, sebetulnya aneh waktu lima tahun lalu, Bali bergeser ke tangan orang lain," katanya.

Apakah PDI Perjuangan kembali berkuasa di Pulau Dewata? Bagaiamana peluangnya dalam Pilgub Bali 2018? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 07/VII/2018 yang terbit Senin (16/4/2018) hari ini.

Lagi-Lagi Pertarungan Kader Banteng
(amm)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Survei Menunjukkan,...
Survei Menunjukkan, Pilkada Serentak di Bali Belum Sepenuhnya Patuh Prokes
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Ada Ogoh-ogoh Setinggi...
Ada Ogoh-ogoh Setinggi 3,5 Meter di TPS Badung
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
39 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
7 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved