Tujuh Sapi di Blitar Mati Mendadak, Diduga Akibat Penyakit Ngorok

Rabu, 11 April 2018 - 09:23 WIB
Tujuh Sapi di Blitar...
Tujuh Sapi di Blitar Mati Mendadak, Diduga Akibat Penyakit Ngorok
A A A
BLITAR - Dalam sebulan terakhir sedikitnya tujuh ekor sapi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mati mendadak. Gejala demam tinggi, hilang nafsu makan, dan sesak nafas mendahului kematian sapi. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mencurigai penyakit ngorok atau septeicaemia efizootica (SE) sebagai penyebab kematian.

"Memang gejala kematiannya masih umum. Dugaan sementara mengarah pada penyakit ngorok," ujar Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Yudi Setya W kepada wartawan.

Kasus kematian sapi ditemukan di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat. Kematian seekor sapi dalam waktu singkat menular ke enam ekor lainnya. Kematian tiba-tiba itu bergejala serupa. Menurut Yudi, selain pasteurella multocida (bakteri penyebab penyakit SE) faktor cuaca dan bakteri lain juga bisa menjadi penyebab kematian. "Karenanya belum bisa dipastikan penyebabnya penyakit ngorok," ujar Yudi.

Bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner Yogyakarta, dinas telah mengambil sampel darah sapi, yakni yang hidup sekandang dengan yang mati. Dari hasil uji lab akan diketahui penyebab kematian sapi.

Menurut Yudi, bakteri penyakit SE tidak menular ke manusia. Penyakit ini lebih banyak menyerang ternak usia 6-24 bulan. Kendati demikian, ternak yang terjangkit harus dikarantina, yakni dipisahkan dari ternak yang sehat. Bangkai ternak harus dibakar atau dikubur. Makanan dan minuman yang terkontaminasi juga harus dipisahkan. "Penyakit SE tidak menular ke manusia," tegasnya.

Dari data yang dihimpun, populasi sapi potong di Kabupaten Blitar mencapai 141.347 ekor, sapi perah 14.941 ekor, kerbau 2.012 ekor, dan kuda 172 ekor.

Zaenal Arifin warga Kecamatan Wonodadi meminta dinas terkait meningkatkan sosialisasi terkait kasus kematian sapi. Meski kasus kematian mendadak sapi terjadi di wilayah Kecamatan Srengat, hal ini meresahkan para pemilik sapi di daerah sekitar Srengat.

"Sebab tidak sedikit peternak yang belum tahu sejauh mana penularan penyakit yang mengakibatkan kematian sapi ini, terutama cara penularannya," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
6 Jenis Penyakit yang...
6 Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Kucing, Apa Saja?
Tangani Penyakit PPR...
Tangani Penyakit PPR pada Hewan Ternak, Dinperpa Kota Pekalongan Intensifkan Sosialisasi
4 Penyakit yang Bisa...
4 Penyakit yang Bisa Disebabkan oleh Bulu Anabul
Antraks Muncul di Gunungkidul,...
Antraks Muncul di Gunungkidul, 8 Daerah di Jabar Tingkatkan Kewaspadaan
5 Penyakit yang Dapat...
5 Penyakit yang Dapat Ditularkan dari Hewan, Salah Satunya Muncul saat Musim Hujan
Dinperpa Bakal Gelar...
Dinperpa Bakal Gelar Vaksinasi Rabies dan Pengobatan Massal Hewan Ternak
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
6 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
6 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
6 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
8 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
8 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
9 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved