Hilang 18 Tahun, TKW Asal Banyumas Ditemukan KBRI London

Selasa, 10 April 2018 - 06:18 WIB
Hilang 18 Tahun, TKW...
Hilang 18 Tahun, TKW Asal Banyumas Ditemukan KBRI London
A A A
BANYUMAS - Parinah (50), tenaga kerja Indonesia asal Banyumas, Jawa Tengah yang dikabarkan hilang selama 18 tahun ditemukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris. Kabar ini kontan membuat keluarga merasa gembira.

Pasalnya, keluarga mengaku putus kontak dengan Parinah sejak tahun 2005 lalu. Bahkan, sejak meninggalkan kampung halamannya pada tahun 1999 untuk bekerja di luar negeri, Parinah belum pernah pulang.

Sejumlah perangkat desa dan pihak Dinas Tenaga Kerja Banyumas mendatangi rumah milik saudara Parinah di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas.

Kedatangan mereka disambut suka cita oleh sejumlah keluarga Parinah. Anak kedua Parinah yaitu Parsin (33) yang ditinggalkan ibunya sejak kecil mengaku ingin sekali bertemu dengan Parinah.

Parsin mengaku saat ia masih kecil hanya mendengar kabar jika ibunya pergi menjadi TKI di Arab Saudi. Parsin terkjut saat mengatahui ibunya ditemukan oleh KBRI London, Inggris.

Awal pencarian Parinah ini dimulai setelah Parsin menerima suat dari ibunya ini pada maret 2018 lalu. Dari isinya, Parinah mengaku sudah tidak betah lagi kerja di London. Bahkan, Parinah menulis surat jika dirinya ingin segera pulang ke Indonesia.

Namun sayangnya, Parinah mengalami kesulitan untuk bisa pulang ke kampung halamannya karena seluruh dokumenya ditahan majikannya. Saat itulah wanita berusia 50 tahun ini meminta keluarganya untuk meminta tolong pemerintah Indonesia memulangkan dirinya.

"Sewaktu ditinggal ke Arab saya masih kecil dan waktu ibu pindah ke London ibu tidak sempat kontak dan kontak terakhir tahun 2005 pakai surat yang bunyinya ibu pingin pulang mau jumpa dengan keluarga. Ada kabar dari ibu kalau surat balasan dari kami sama majikan disembunyikan," ujar Parsin.

Laporan Parsin soal keberadaan ibunya di London, Inggris ini, langsung ditanggapi oleh perangkat Desa Petarangan serta Dinas Tenaga Kerja Banyumas. Mereka semula kesulitan untuk mencari dokumen dari Parinah. Pasalnya, kepergian Parinah menjadi TKI ke Arab Saudi kemudian pindah ke London tak tercatat oleh pihak desa dan dinas tenaga kerja.

Menurut Agus Widodo Kabid Penempatan TKI Disnakertras Banyumas mengatakan, pihaknya akan terus membantu hingga kepulangan Parinah ke kampung halamannya agar bisa bertemu dengan keluarga yang sudah merindukannya.

"Kami akan berusaha agar Parinah segera bisa bertemu keluarganya di Desa Petarangan. Kami juga sudah menyiapkan penjemputan Parinah yang menurut kabar akan pulang hari selasa (10/4) dari London," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
TKW Hilang Kontak Selama...
TKW Hilang Kontak Selama 20 Tahun, Keluarga Minta Bantuan Presiden
Telusuri 2 TKW Korban...
Telusuri 2 TKW Korban Penipuan Wowon cs, Polisi: Belum Ada Laporan Orang Hilang
Ratusan Orang Masih...
Ratusan Orang Masih Hilang dalam Kebakaran Hong Kong, Korban Tewas Jadi 65 Jiwa
Doa Mencari Orang Hilang...
Doa Mencari Orang Hilang agar Bisa Kembali Lagi
Sepekan Hilang, Kakek...
Sepekan Hilang, Kakek Gesuri Ditemukan Kelaparan di Hutan Enrekang
4 Gadis ABG di Palembang...
4 Gadis ABG di Palembang Hilang Bersamaan, Orang Tua Lapor Polisi
Berita Terkini
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
2 menit yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
1 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
1 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
3 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
3 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
3 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved