Anwar Sutan Saidi, Konglomerat Asal Agam

Minggu, 08 April 2018 - 05:00 WIB
Anwar Sutan Saidi, Konglomerat...
Anwar Sutan Saidi, Konglomerat Asal Agam
A A A
Banyak pengusaha berdarah Minangkabau yang namanya tercatat dalam perjalanan bangsa ini. Salah satunya, Anwar Sutan Saidi. Seperti apa sosoknya?

Anwar Sutan Saidi lahir di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, 19 April 1910. Anwar hanya menempuh jenjang pendidikan Sekolah Dasar 5 tahun di Payakumbuh.

Dikutip dari Wikipedia, Anwar terjun ke dunia bisnis pada usia 16 tahun. Pada mulanya ia bekerja dengan pamannya, kemudian mengembangkan usahanya sendiri. Salah satu usahanya adalah mengumpulkan hasil kerajinan tangan masyarakat Agam Tuo (Oud Agam).

Pada tahun 1930, Anwar Sutan Saidi mendirikan bank, yakni Bank Tabungan Saudagar di Bukittinggi. Bank ini kemudian berubah nama menjadi Bank Nasional Abuan Saudagar, yang pada akhirnya menjadi Bank Nasional.

Tahun 1938, Anwar Sutan Saidi memprakarsai berdirinya empat perusahaan, yaitu PT Inkorba, PT Bumi Putera, PT Andalas, dan PT Fort de Kock.

Di Bukittinggi, Anwar juga mendirikan perusahaan penerbitan NV Nusantara. Perusahaan ini banyak menerbitkan buku-buku sastra yang menjadi bacaan wajib anak-anak sekolah. Bersama putranya, Rustam Anwar, ia mengelola penerbitan ini hingga menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera.

Anwar juga membangun Hotel Minang di Bukittinggi dan Danau Singkarak (Nagari Batu Taba). Pada tahun 1964, ia mengaktifkan kembali pabrik Tenun Padang Asli yang sudah lama ditutup.

Dikutip dari talogondan.wordpress.com, selain dikenal sebagai konglomerat, Anwar Sutan Saidi juga pernah terlibat dalam aktivitas pergerakan nasional. Awal ketertarikan Anwar karena kakaknya Djamaluddin Ibrahim adalah guru Sumatera Thawalib sekaligus aktivis Partai PARI. (Baca juga: Syekh Ibrahim Musa Parabek, Pendiri Sumatera Thawalib ).

Selain itu, pada masa pendudukan Jepang, Anwar Sutan Saidi dikenal sebagai tokoh antifasisme Jepang. Anwar tidak sepaham dengan Muhammad Sjafei dan Chatib Sulaiman, yang mendirikan Gyugun (Laskar Rakyat) untuk membantu Jepang. Namun, setelah Gyugun diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Anwar malah berbalik aktif memberikan dukungan dana kepada organisasi militer tersebut.

Di masa kemerdekaan, Anwar duduk sebagai Dewan Eksekutif Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Barat, mendampingi Sutan Mohammad Rasjid dan Dr. Moh. Djamil. Pada tahun 1960, Anwar ditunjuk menjadi angota Dewan Perancang Nasional (Depernas) sebagai tenaga ahli, dan kemudian diangkat pula menjadi anggota MPRS.

Anwar Sutan Saidi meninggal dunia di Padang, 1 Juni 1976 pada usia 66. Setelah Anwar wafat, banyak perusahaannya yang mundur.
(zik)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved