Kasus Anak Putus Sekolah di Kota Semarang Masih Tinggi

Rabu, 28 Maret 2018 - 06:17 WIB
Kasus Anak Putus Sekolah...
Kasus Anak Putus Sekolah di Kota Semarang Masih Tinggi
A A A
SEMARANG - Kasus anak putus sekolah di Kota Semarang masih cukup tinggi. Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Semarang, setidaknya rata-rata anak sekolah di Kota Semarang baru mencapai 10,67 tahun.

Berdasarkan data statistik, untuk sekolah dasar sudah mencapai 100%, sementara untuk usia sekolah menengah pertama (SMP) baru mencapai 96% untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan mencapai 98%. Sementara, untuk anak usia Sekolah Menengah Atas (SMA) baru sekitar 75,67 % untuk anak laki-laki dan untuk anak perempuan sebesar 77,32%.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui masih tingginya angka putus sekolah atau yang belum melanjutkan ke jenjang SMA sesuai program pemerintah wajib belajar 12 tahun. "Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Semarang, setidaknya rata-rata anak sekolah di Kota Semarang baru mencapai 10,67 tahun," katanya, Selasa (27/3/2018).

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan, ada tiga sektor yang menjadi modal penguatan ekonomi yakni kesehatan, perbaikan infrastrukur yang menunjang perekonomian, dan pendidikan. Yang paling besar memengaruhi progres standar pembangunan pusat yakni Indeks Pembangunan manusia. Kalau ekonomi lancar on the track, kesehatan juga sudah baik apalagi ada UHC (Universal Health Coverage), pekerjaan rumah selanjutnya ada di pendidikan karena jaraknya sangat jauh, rata-rata orang anak sekolah maih 10,67 tahun atau tidak sampai tamat SMA.

Hendi menyatakan, masih tingginya angka putus sekolah merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan selama kepemimpinannya. Menurutnya, dari beberapa faktor putus sekolah yang terjadi di Kota Semarang, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utamanya. Hal itu karena untuk jenjang SMA tidak digratiskan.
"Dulu Pemerintah Kota Semarang menggratiskan biaya pendidikan SMA namun karena kewenangan ditarik Pemprov Jateng hal itu tidak bisa dilaksanakan lagi," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya Pemerintah Kota Semarang baru bisa menggratiskan biaya SD hingga SMP dan terbukti mampu mengurangi angka putus sekolah untuk jenjang SMP.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, persoalan angka putus sekolah di Kota Semarang memang masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan oleh pemerintah.

Menurut dia, penyebab masih tingginya angka putus sekolah, tidak lepas dari faktor kemiskinan dan juga faktor orang tua yang kurang mementingkan pendidikan dalam keluarga.

"Penyebabnya ini perlu ditelusuri, untuk melakukan langkah mengurangi angka putus sekolah," katanya.

Karena itu, kata dia, perlu ada edukasi dan pendampingan terhadap keluarga miskin di Kota Semarang. Untuk pendampingan bisa melibatkan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat yang ada. "Yang terpenting adalah untuk menurunkan angka putus sekolah pertama-tama perlu pengentasan kemiskinan, karena menjadi faktor utamanya. Dengan pengentasan kemiskinan dan juga adanya pendampingan, pendidikan akan semakin meningkat," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
37 menit yang lalu
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
41 menit yang lalu
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
1 jam yang lalu
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
1 jam yang lalu
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
3 jam yang lalu
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved