Tiga Staf Dishub Raja Ampat Terjaring OTT

Sabtu, 24 Maret 2018 - 22:03 WIB
Tiga Staf Dishub Raja...
Tiga Staf Dishub Raja Ampat Terjaring OTT
A A A
RAJA AMPAT - Tiga staf Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dan seorang pegawai agen pelayaran Belibis Putra, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Sat Reskrim Polres Raja Ampat dalam kasus dugaan pungli labuh tambat pada Pelabuhan Waisai, Raja Ampat, Jumat (23/3/2018) sore kemarin.

Tim khusus Sat Reskrim Polres Raja Ampat, yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, AKP Bernadus Okoka, mengamankan para staf Dishub dan seorang petugas agen pelayaran usai salah satu Kapal penumpang meninggalkan dermaga di Pelabuhan Waisai.

Mereka yang diamankan yakni dua staf honorer dan satu PNS pada Dinas Perhbungan yang bertindak sebagai bendahara penerima dan staf keuangan serta seorang juru bayar agen pelayaran penumpang PT Belibis Putra.

Para pelaku mengambil pungutan retribusi labuh tambat kapal di Pelabuhan Waisai, tidak sesuai Perda Kabupaten Raja Ampat. Dalam Perda Nomor 13 Tahun 2012 penarikan retribusi labuh tambat pada kapal yang bersandar di dermaga Waisai senilai Rp100.000. Namun dalam pelaksanaannya, penarikan retribusi labuh tambat malah ditagih sebesar Rp500.000 per kapal setiap harinya.

Parahnya, retribusi kelebihan yang diambil dari pihak agen pelayaran tersbeut tidak pernah disetorkan ke kas daerah. “Dalam aturan perda kan sudah jelas penarikan retribusi labuh tambat senilai seratus ribu rupiah. Tapi ini malah lima ratus ribu rupiah setiap kapal,” ungkap salah seorang PNS di lingkungan Bagian Hukum Setda Kabupaten Raja Ampat yang enggan namanya dipublikasikan.

Dalam kasus ini, diduga kerugian Negara mencapai miliaran rupiah. Sebab, kasus ini telah terjadi sejak lima tahun lalu, dan pernah diselidiki pihak kepolisian. Namun, baru kali ini dapat terbongkar atas laporan masyarakat.

Empat orang yang diamankan tersebut, hingga kini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Reskrim Polres Raja Ampat. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen berupa kwitansi dan tanda terima setoran pungutan retribusi labuh tambat.

Sementara itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan kasus tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik. “Ini masih awal, nanti akan dikembangkan lebih lanjut terkait hasil ini, kan masih diperiksa sama penyidik,” kata Edy sembari meninggalkan wartawan di depan ruangan Sat Reskrim Polres Raja Ampat.
(rhs)
Berita Terkait
KPK Geledah Kantor Bupati...
KPK Geledah Kantor Bupati dan Ruangan Dinas di Pemkab Pemalang
Periksa Kepala BPPD...
Periksa Kepala BPPD Pemkab Sidoarjo, KPK: Dalami Penggunaan Dana Insentif
UNJ Bantah Rektornya...
UNJ Bantah Rektornya Kena Operasi Tangkap Tangan
Operasi Tangkap Tangan...
Operasi Tangkap Tangan Pejabat UNJ Dinilai Janggal
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
KPK OTT Bupati dan Anggota...
KPK OTT Bupati dan Anggota BPK Jawa Barat
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
2 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
4 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
5 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
5 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
6 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved