Perilaku Masyarakat Kunci Keberhasilan Mengurangi Sampah Plastik

Jum'at, 23 Maret 2018 - 23:03 WIB
Perilaku Masyarakat...
Perilaku Masyarakat Kunci Keberhasilan Mengurangi Sampah Plastik
A A A
DEPOK - Pengelolaan sampah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, semakin menantang karena jenisnya kini semakin beragam. Keberhasilan pengurangan sampah, khususnya plastik dan limbah sebagai bagian dari pengendalian perubahan iklim, sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sangat diperlukan. Hal ini terungkap dalam sesi khusus bertema "Program Berkelanjutan Pengurangan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat untuk Pengendalian Perubahan Iklim" pada Simposium Asia Tenggara ke-7 yang dihelat di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan dokumen masukan kebijakan pengelolaan sampah yang dihasilkan dari kajian Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Scientist Association/IESA) bekerja sama dengan APP-Sinar Mas yang dilakukan di Indah Kiat Tangerang, Indah Kiat Serang, dan Ekamas Fortuna Malang kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) .

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sri Tantri Arundhati menyebutkakan, Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris, sebagai bagian dari upaya global untuk memgendalikan perubajan iklim.

Indonesia mencanangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 29% pada 2030 dari business as usual atau mencapai 41% dengan dukungan Internasional. Dari target yang dicanangkan tersebut, pengelolaan sampah dan limbah berkontribusi sebanyak 0,38%. "Meski kecil, tapi menentukan keberhasilan pencapaian penurunan emisi GRK," katanya.

Sementara itu, Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Non B3 KLHK Achmad Gunawan Widjaksono menyebutkan, pengelolaan sampah kian menantang karena jenisnya kini semakin beragam. Bahkan ada jenis sampah yang dihasilkan masyarakat bisa dikategorikan beracun. "Baterai, lampu neon, atau kaleng obat nyamuk, itu sangat beracun," katanya.

Adapun sosiolog Linda Damajanti menyatakan, pengurangan sampah tidak bisa berhenti pada penyadartahuan, tapi juga harus sampai pada perubahan perilaku masyarakat. Seringkali ditemukan masyarakat yang abai meski tahu bahwa sampah harus dikelola. "Dan ini tidak terkait dengan tingkat pendidikan," sebutnya.

Untuk mengubah perilaku, Linda yang juga Kepala Departemen Sosiologi UI itu menilai perlu sebuah gerakan sosial yang melibatkan semua pihak. Gerakan seperti pungut sampah plastik atau membawa kantong belanja sendiri harus terus dikembangkan dengan dukungan kebijakan nasional. "Gerakan itu harus melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat," katanya.

Selain keterlibatan semua pihak, sejumlah rekomendasi juga disampaikan pada dokumen masukan kebijakan pengelolaan sampah plastik yang disampaikan IESA kepada KLHK. Termasuk diantaranya adalah mengembangkan materi edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat.

Silvira Ananda dari IESA menyebutkan, dalam dokumen tersebut IESA juga mendorong adanya insentif bagi perusahaan swasta dan masyarakat yang mendukung program pengurangan sampah plastik. "Kami juga mendorong swasta untuk memproduksi produk pengganti plastik sebagai subsitusi, seperti kertas misalnya," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Program PHINLA Kampanyekan...
Program PHINLA Kampanyekan Cara Mudah Kelolaan Sampah dari Rumah
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved