Surat Edaran Penutupan Alexis Bocor, Anies Berang dan Kecewa

Kamis, 22 Maret 2018 - 20:24 WIB
Surat Edaran Penutupan...
Surat Edaran Penutupan Alexis Bocor, Anies Berang dan Kecewa
A A A
JAKARTA - Sebuah surat berisi edaran terkait penutupan Hotel Alexis yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jakarta pada Kamis 22 Maret 2018, tersebar luas.

Surat tersebut berisi perihal bantuan personel yang ditujukan kepada Polda Metro Jaya, Kasgartap 1 Jakarta , Kodim 0502, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Pademangan Jakarta Utara.

Mengetahui informasi penutupan Hotel Alexis itu bocor ke publik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak berang. Anies mengaku sangat kecewa terhadap jajarannya yang membocorkan surat edaran tersebut. Anies pun menuding informasi penutupan Alexis itu dibocorkan oleh Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta Hidayatullah.

"Tanya saja sama wakilnya (Wakasatpol PP DKI Jakarta). Nanti wakilnya saya kasih peringatan," ujar Anies di Balai Kota, Kamis (22/3/2018). (Baca: Surat Edaran Satpol PP Tersebar Luas, Alexis Gagal Dieksekusi)

Mantan Mendikbud itu menegaskan bahwa tindakan penyebaran dokumen rahasia itu merupakan contoh ketidakdisiplinan. "Ini adalah contoh ketidakdisiplinan organisasi. Jadi sesuatu yang harusnya disiapkan sampai tuntas, ternyata difoto, dikabarkan, dan beredar," tegas Anies.

Anies mengakui Pemprov DKI berencana menutup Hotel Alexis, tetapi dia belum memerintahkan jadwal eksekusinya. (Baca juga: Sandi: Pemprov Tidak Pernah Ragu Menindak Tegas Alexis)

"Anda sering tanya kan soal itu dari beberapa waktu lalu? Kami dalam proses untuk menertibkan. Nanti kalau semuanya sudah selesai, saya umumkan. Dan mereka yang tidak disiplin, akan saya disiplinkan. Termasuk siapapun yang tidak mengikuti instruksi dari gubernur," tegasnya.

Anies menyayangkan beda persepsi yang diterima Wakil Satpol PP Hidayatullah dengan langsung menerjunkan 300 personel. Sementara Anies berencana akan melakukan tindakan tegas lewat jalur pendekatan ke manajemen Alexis.

“Kita tidak memerlukan 300 orang untuk menutup sebuah tempat. Enggak ada itu semua. Justru cara-cara ini cara lama, dikerjakan dengan cara enggak benar. Karena itu, saya tata semuanya, saya tata rapi, ada prosedurnya, tetapi tidak perlu banyak. Anda tahu 300 itu buat apa kira-kira? Jadi seperti kita mau perang atau apa?” pungkas Anies.
(thm)
Berita Terkait
Prostitusi Online di...
Prostitusi Online di Apartemen Sulit Diberantas, Ternyata Ini Kendala Pemprov DKI
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Anggota DPRD Minta Pemprov...
Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Cabut Izin Diskotek Top One
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Gagal Awasi Top One,...
Gagal Awasi Top One, DPRD DKI Desak Kadis Disparekraf Dicopot
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
3 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
3 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved