Antisipasi Berita Hoax, Ancaman Dalam Negeri Harus Diwaspadai

Rabu, 21 Maret 2018 - 15:28 WIB
Antisipasi Berita Hoax,...
Antisipasi Berita Hoax, Ancaman Dalam Negeri Harus Diwaspadai
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Maraknya penyebaran isu sara, berita kebohongan dan hoax memicu memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman tersebut bukan hanya dari luar negeri, ancaman dari dalam negeri juga patut diwaspadai.

Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Kolonel Inf Werdi Widodo menyampaikan sosialisasi bahaya hoax di Pangkalan Bun untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta mahasiswa, sebab saat ini negara sedang menghadapi ancaman non-militer.

Antara lain berkaitan dengan ideologi pancasila, politik, ekonomi dan sosial budaya, selain itu juga peredaran narkoba, kesehatan dan keselamatan umum serta Karhutla juga menjadi ancaman bagi negara yang patut diwaspadai.

“Itu merupakan ancaman non-militer yang harus kita bahas sinergi bersama antara Pemerintah dan stake holder terkait mulai dari daerah, provinsi hingga pusat,” ujar Werdi di sela kegiatan Seminar Sistem Pertahanan Semesta di Aula Kantor Camat Arsel, Rabu (21/3/2018).

Sementara itu, Dandim 1014/PBN Letkol Inf Wisnu kurniawan menjelaskan, sistem pertahanan semesta adalah suatu sistem pertahanan yang sifatnya luas. Untuk itu harus dipersiapkan dengan pemerintah mulai dari Sumber Daya Manusia sampai Sumber Daya Alam sejak dini.

“Kita mengetahui bahwa dalam era saat ini dalam situasi global banyak negara yang tidak mempersiapkan pertahanan terpecah belah. Seperti banyak negara luar yang terpecah karena ideologi, agama, dan sebagainya,” tandasnya.

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menegaskan, berkaitan dengan isu strategis saat ini adalah rutinitas yang ada dalam menjalankan fungsi dan tugas sehari-hari. Seperti pemberitaan di media sosial yang terkadang berlebihan, tidak seperti apa yang terjadi sebenarnya di lapangan.

“Media massa menjadi leading sektor untuk penyampaian informasi kepada publik, dalam waktu dekat akan kita adakan deklarasi anti hoax. Ini untuk menangkal masuknya berita bohong, khususnya di wilayah Kabupaten Kobar,” tegasnya.
(wib)
Berita Terkait
Kodim 1014 Pangkalan...
Kodim 1014 Pangkalan Bun Bantu APD ke Pemkab Kotawaringin Barat
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi Dana Pemkab Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar Langsung Ditahan
DPRD Kotawaringin Barat...
DPRD Kotawaringin Barat Apresiasi Pemkab Atas Raihan Opini WTP ke-9 Kali
Ratusan Anak Didik LPP...
Ratusan Anak Didik LPP Enter Pangkalan Bun Ikuti Ujian Sertifikasi Profesi BNSP
Idul Adha, PT KPC Salurkan...
Idul Adha, PT KPC Salurkan 9 Sapi dan 7 Kambing di Kobar dan Lamandau
Mandi di Sungai Arut...
Mandi di Sungai Arut Habis Lebaran, Karyawan Tenggelam dan Belum Ditemukan
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
46 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
1 jam yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
2 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
2 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved