Akibat Materai Palsu, Negara Merugi Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 20 Maret 2018 - 23:20 WIB
Akibat Materai Palsu,...
Akibat Materai Palsu, Negara Merugi Ratusan Juta Rupiah
A A A
JAKARTA - Kasus pemalsuan materai 6.000 yang dilakukan DJ, HK, IS, AS, AF, AT, PA dan ZF telah merugikan negara sekitar ratusan juta rupiah. Kedelapan pelaku telah melakukan aksi kejahatannya itu sejak tahun 2015 silam.

Kasubdit Forensik dan Barang Bukti Direktorat Intelejen Perpajakan Joni Isparianti mengatakan, tindakan para pelaku itu sangat merugikan negara, tepatnya pendapatan untuk kas negara. Para pelaku begitu fasih dalam membuat materai, yang mana materai yang dibuat itu sekilas memang tampak asli.

"Ini yang saya pegang ada 25.000 materai 6.000 yang dijual pelaku seharga Rp1.500, seharusnya dijual oleh negara Rp6.000. Dikalikan saja 25.000 materai dengan harga normal Rp6.000, ketemu harga Rp150 juta, dan harusnya itu masuk ke kas negara," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, meski materai palsu itu sekilas tampak asli, masih bisa dibedakan bila diteliti. Materai asli yang dikeluarkan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) itu memiliki hologram, yang mana akan tampak saat dilihat oleh mata biasa, sedang materai yang palsu itu tidak memiliki hologram.

Sementara itu, Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sandy Hermawan mengatakan, akibat harga yang terlalu jauh itu. Negara, kata dia mengalami kerugian yang cukup besar.

"Materai 6.000 itu dijual sama mereka Rp1.500, ini harganya jauh dibandingkan harga aslinya. Kami juga sudah periksa mana saja sasaran melalui online, seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Peredaran Oli Palsu...
Peredaran Oli Palsu Merajalela, EMLI Buka Store Online
International Trademark...
International Trademark Association Gelorakan Kempanye Anti Pemalsuan di Indonesia
Merasa Tidak Menjual...
Merasa Tidak Menjual Tanahnya, Fatmawati Laporkan Pembuat Kwitansi Palsu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan SIM hingga Ijazah di Setiabudi
LPPOM MUI Desak Kasus...
LPPOM MUI Desak Kasus Pemalsuan Daging Diusut dan Ditindak Tegas
Polisi Ringkus 2 Sindikat...
Polisi Ringkus 2 Sindikat Penjual Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
5 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved