Pernyataan Edy Rahmayadi soal Aparat Harus Netral Didukung Pengamat

Senin, 19 Maret 2018 - 14:42 WIB
Pernyataan Edy Rahmayadi...
Pernyataan Edy Rahmayadi soal Aparat Harus Netral Didukung Pengamat
A A A
MEDAN - Pernyataan Calon Gubernur (cagub) Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi soal aparat harus netral dalam penyelenggaran Pilgub Sumut terlebih saat masa kampanye, mendapat dukungan penuh pengamat. Menurut Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Bimby Hidayat, politisasi birokrasi maupun institusi memang sebuah realitas politik yang tidak bisa terbantahkan.

"Secara kasat mata itu ada namun sulit mengidentifikasinya. Di sinilah ujian netralitas seorang aparat itu bakal terlihat. Yakni terletak dalam sikap dan sejauh apa keterlibatannya dalam penyelenggaraan pemilu, pilkada maupun pilpres. Terlebih di masa-masa kampanye seperti sekarang," kata Bimby, Minggu (18/3/2018).

Dia menjelaskan, posisi aparat atau birokrat dalam setiap momen pilkada berada pada poros tengah. Berkenaan persoalan perhatian khusus pengawasan yang berlebihan seperti disampaikan Edy Rahmayadi, menurutnya itu masuk akal. Dia menyadari statemen Edy dalam rangka mengingatkan peran dan fungsi aparat dalam pilkada.

"Idealnya memang seperti itu dan harus seperti itu. Namun sejauh apa pengaruh statemen itu terhadap realitas di lapangan. Tidak bisa kita jawab dengan gamblang dan jelas," imbuhnya.

Sementara dalam konteks pengawasan pemilu secara general, dia yakin petugas KPU atau Bawaslu pasti tetap menjalankan aturan sebagai fungsi dan tugasnya dengan azas yang berkeadilan dan terbuka.

"Tidak ada perbedaan apalagi memihak. Persoalan substansinya bukan pada persoalan aparatur penyelenggara pemilunya namun lebih kepada setiap paslon mau atau tidak untuk menjalankan pemilu yang lebih jujur," katanya.

Dia memisalkan ada aparat terlibat dalam proses pilkada yang sebenarnya bisa dilaporkan, namun siapa yang berani melakukan itu.

"Lalu apakah ada jaminan perlindungan bagi si pelapor? Kan masalah juga nantinya. Maka wajar apapun itu dan siapapun itu paslonnya, pengawasan dalam proses pilkada penting dilakukan. Dan agar tidak terjadi pelanggaran proses elektoral ini, kejujuran dalam menegakkan netralitas setiap peserta pemilu harus ditanamkan dan penegakan hukum harus dilakukan jika terbukti melanggar," pungkasnya dan menyebut bahwa tujuan reformasi adalah tertib hukum dan aturan yang demokratis.

Seperti diketahui, saat berkampanye di Kabupaten Padanglawas Utara baru-baru ini, Cagubsu Edy Rahmayadi berpesan kepada aparat keamanan agar bersikap netral dan tidak ada keberpihakan kepada pasangan calon mana pun selama masa kampanye.

"Saya minta aparat berlaku netral. Tak masalah kami diawasi, tapi tidak perlu berlebihan mengawasi kami. Berlaku adillah pada pasangan calon yang maju di Pilgub Sumut ini," ujarnya di Posko Tim Pemenangan Eramas di Kantor Golkar Paluta, Jalan KH Dewantara, Kamis 15 Maret 2018.

Edy pun meminta seluruh masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih calon kepala daerah sesuai dengan pilihan masing-masing.

"Saya hanya berpesan kepada masyarakat, jangan sampai tidak datang saat pemilihan nanti. Saya tidak menganjurkan memilih saya. Datang ke TPS, sebelum coblos, baca Bismillah, Allahu Akbar. Coblos satu saja, kalau berkenan Sumut Bermartabat," kata Edy.

Dia juga mengungkapkan, alasan meninggalkan jabatannya di TNI dan maju sebagai cagub di Pilgub Sumut. Edy mengaku merasa bertanggung jawab dan tidak bisa menutup mata melihat kondisi Sumut yang mulai tertinggal dengan daerah lain. Dia pun mengajak masyarakat untuk berjuang bersama-sama demi meningkatkan kesejahteraan dan menjadikan Sumut bermartabat.
(sms)
Berita Terkait
Maju Pilgub Sumut, Edy...
Maju Pilgub Sumut, Edy Rahmayadi Daftar ke Partai Perindo
Edy Rahmayadi Gugat...
Edy Rahmayadi Gugat Hasil Pilkada Sumut ke MK
Bobby-Surya Kalah Telak...
Bobby-Surya Kalah Telak di TPS Edy Rahmayadi, Hanya Raih 65 Suara
Edy Rahmayadi Bacalon...
Edy Rahmayadi Bacalon Gubernur Sumut Pertama yang Mendaftar ke Perindo
ASN Harus Netral di...
ASN Harus Netral di Pilkada, Gubernur Sumut Lantik 10 Pjs Bupati - Walikota
Daftar Bacalon Gubernur...
Daftar Bacalon Gubernur Sumut ke Perindo, Edy Rahmayadi Singgung Soal Etika
Berita Terkini
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
13 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
21 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
25 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved