Deklarasi Anti Hoax Kapolda Papua Barat dan Pangdam Kunjungi Pulau Terluar

Jum'at, 16 Maret 2018 - 11:32 WIB
Deklarasi Anti Hoax...
Deklarasi Anti Hoax Kapolda Papua Barat dan Pangdam Kunjungi Pulau Terluar
A A A
WAISAI - Kapolda Papua Barat Brigjend Pol Rudolf A Rodja dan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Yoppie Onesimus Wayangkau dan para petinggi TNI-Polri melakukan kunjungan kerja sekaligus memantau wilayah pulau-pulau terluar di Provinsi Papua Barat, Kamis (15/3/2018).

Dua wilayah yang masuk dalam pulau terluar yang dikunjungi Kapolda Papua Barat dan Pangdam Kasuari tersebut yakni, Pulau Ayau dan Pulau Kabare.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga diadakan pemberian bantuan bagi masyarakat serta deklarasi anti hoax dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kapolda Papua Barat Brigjend Pol Rudolf A Rodja dihadapan warga masyarakat di dua pulau terluar tersebut mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini untuk melihat warga masyarakat Indonesia yang berada di pulau terluar. Dimana pemerintah tidak pernah meninggalkan warga setempat.

"Walau pun merupakan gugusan pulau-pulau terluar namun Pemerintah tidak pernah melupakannya sehingga kita yang datang saat ini untuk meninjau dan melihat keadaan serta situasi di Kampung Kabare serta kampung Ayau," kata Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga berpesan kepada warga masyarakat supaya Anggaran Dana Desa harus digunakan untuk pembangun kampung. "Diharapkan semua masyarakat harus ikut mengawasi dan Kepala kampung harus membangun desa sehingga kedepannya kampung-kampung lebih maju dan berkembang. Di dalam penggunaannya warga semua harus mengingatkan bila ada kesalahan, serta semuanya kegiatan atau program harus di rencanakan dan dievaluasi," sebut Rudolf.

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Yoppie Onesimus Wayangkau dalam arahannya, memberikan semangat kepada pemuda-pemudi Kampung Ayau dan Kabare, untuk menjadi lebih baik dan memajukan dua kampung tersebut.

"Diharapkan dapat berjuang dan bersaing dengan orang yang berada di kota, para orangtua berilah kesempatan kepada anak-anak untuk menjadi prajurit TNI. Diharapkan pemuda-pemudi dapat menyiapkan diri mereka karena untuk menjadi prajurit memliki kriteria tersendiri," ujar Yoppie.

Menurut Pangdam, masyarakat Papua harus berpikir lebih maju, dapat sekolahkan anak-anaknya menjadi pintar, baik dan dapat berjuang untuk membangun kampung ini.

"Hilangkan kebiasan buruk meminum minuman keras karena dapat merusak mental kepribadian orang Papua. Selalu rajin membaca dan belajar atau menonton berita perkembangan saat ini, jangan percaya dan terpengaruh dengan berita-berita bohong/ hoax yang sengaja untuk memprovokasi masyarakat saling bermusuhan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Personel Gabungan Bersihkan...
Personel Gabungan Bersihkan Material Sisa Aksi Unjuk Rasa di Kwitang
Oknum Polisi Penembak...
Oknum Polisi Penembak TNI di Kafe Cengkareng Terancam Dipecat
Kompolnas Bakal Awasi...
Kompolnas Bakal Awasi Proses Hukum Bripka CS Penembak Anggota TNI
Bertugas Membantu Tugas...
Bertugas Membantu Tugas Pokok Pertahanan, Begini Sejarah POM TNI
TNI Vs Polisi di Ambon,...
TNI Vs Polisi di Ambon, Ini Profil Pratu Billy Kakasina Tentara yang Adu Jotos dengan 2 Polantas
Kapolri Tekankan Sinergisitas...
Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
54 menit yang lalu
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
8 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
8 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
8 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
8 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
8 jam yang lalu
Infografis
AS dan Barat Danai Pembantaian...
AS dan Barat Danai Pembantaian Warga Palestina Selama 75 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved