BRT Trans Semarang Belum Mampu Atasi Kemacetan

Kamis, 15 Maret 2018 - 21:42 WIB
BRT Trans Semarang Belum...
BRT Trans Semarang Belum Mampu Atasi Kemacetan
A A A
SEMARANG - Keberadaan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang, Jawa Tengah sebagai salah satu transportasi massal dinilai belum mampu mengatasi kemacetan.

Pakar Transportasi Universitas Katholik Soegijapranata (Unika) Semarang Djoko Stijowarno mengatakan, BRT yang mulai diluncurkan sejak tahun 2009 dengan 6 koridor bahkan akan bertambah jadi 7 koridor, belum bisa mengurangi kemacetan di Kota Semarang. Kemacetan kian bertambah, seolah tidak ada manfaatnya BRT sebagai solusi atasi kemacetan.

Menurut dia, ada salah rancang rute atau trayeknya. Mestinya, trayeknya menghubungkan setiap kawasan perumahan dan permukiman menuju pusat kota. Melewati perkantoran, pusat bisnis, sekolah dan kampus.

Bukan seperti sekarang, point to point yang membuat publik di kawasan tempat tinggal harus menggunakan moda transportasi dulu. Entah sepeda motor atau mobil, tidak efektif. “Terlebih berhenti di halte tidak tersedia park and ride. Sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju pusat kota,”katanya, Kamis (15/3/2018).

Ia menambahkan, penglolaan BRT juga masih amburadul. Dicontohkannya, manajemen kelola yang seharusnya operator eksisting, tapi diberikan operator baru. Akhirnya, ada tumpang tindih dengan rute angkot. Beberapa daerah kawasan bangkitan penumpang tidak disediakan halte, khawatir bentrok dengan angkot.

“BRT jadi mubazir, sering kosong, sementara subsudi tetap berjalan,” jelasnya.
Ia meminta pemerintah untuk melakukan uji kelayakan trayek atau rerouting dan menggunakan operator eksisting sebagai pengelola.

Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang terus berbenah untuk memberikan sarana transportasi untuk masyarakat. Selain sudah adanya BRT, saat ini Pemkot Semarang berencana membangun Light Rail Transit (LRT). Pembangunan LRT ini untuk mengurangi kemacetan yang semakin meningkat di Kota Semarang.

Untuk merealisasikan pembangunan LRT itu, saat ini Dinas Perhubungan Kota Semarang tengah melakukan Feasibility Studi (FS) melalui serangkain Forum Grup Discussion (FGD).

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ambar Prasetyo mengatakan, perkembangan yang pesat di Kota Semarang ini, terutama perkembangan transportasi, dibutuhkan moda transportasi yang lebih memiliki peforma yang maksimal.
Saat ini kata dia, traffic arus lalu lintas di Kota Semarang sudah cukup macet. Oleh karena itu dibutuhkan opsi-opsi moda transportasi yang lebih maju dalam arti lebih menjawab kebutuhan masyarakat yang ada.
(rhs)
Berita Terkait
Simak 7 Istilah Lalu...
Simak 7 Istilah Lalu Lintas Lucu, dari Ramlan sampai Pamer Paha
Telusuri Kemacetan di...
Telusuri Kemacetan di Daan Mogot, Sudin Jakbar Survei Pemotor
Rekayasa Lalu Lintas...
Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Berlaku Permanen
Potret Atraksi Polisi...
Potret Atraksi Polisi Cilik Adu Keterampilan hingga Variasi Gerak Lalu Lintas di Semarang
Gara-gara Senggolan...
Gara-gara Senggolan Motor, Polisi Tembak Paskibra di Semarang
Lalin di Jakarta Sore...
Lalin di Jakarta Sore Ini Macet, Warganet: Motor Ajak Gak Gerak
Berita Terkini
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
23 menit yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
49 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
2 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
3 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
3 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved