Banyak Musibah, Basarnas Gandeng Polisi untuk Operasi SAR

Selasa, 13 Maret 2018 - 18:53 WIB
Banyak Musibah, Basarnas...
Banyak Musibah, Basarnas Gandeng Polisi untuk Operasi SAR
A A A
SEMARANG - Banyaknya musibah dalam dua tahun terakhir di Jawa Tengah (Jateng) membutuhkan operasi SAR baik untuk pencarian maupun pertolongan korban. Setiap tahun, ratusan orang tewas akibat berbagai musibah baik bencana maupun kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data Basarnas Jateng, terdapat 222 orang meninggal akibat beragam musibah pada 2016. Jumlah itu sedikit menurun pada 2017, karena korban tewas menjadi 195 orang. Sementara jumlah bencana alam mengalami kenaikan dari 16 kasus pada 2016 menjadi 19 kasus di 2017.

Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin mengungkapkan,pada 2017, kecelakaan pelayaran ada 14 kasus, penerbangan satu kasus, kecelakaan butuh penanganan khusus ada tujuh kasus, bencana alam 19 kasus, dan kondisi membahayakan manusia 136 kasus.

Pada 2016, musibah pelayaran 11 kasus, penerbangan tiga kasus, kecelakaan butuh penanganan kuhus 11 kasus, bencana alam 16 kasus, dan kondisi membahayakan manusia 175 kasus.

Dia menambahkan, pihaknya sengaja menggandeng Polda Jateng untuk meningkatkan penyelenggaraan kegiatan pencarian dan pertolongan/SAR. Kerja sama itu dituangkan dalam memorandum Of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Basarnas Jateng dengan Polda Jateng.

"Ruang lingkup kerja sama ini meliputi dalam situasi normal dan darurat. Sedangkan di situasi darurat, masing-masing kita bersinergi untuk pemanfaatan sumber daya yang dimiliki," kata Noer Isrodin Muchlisin, Selasa (13/3/2018).

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyambut baik kerja sama itu dan berharap diimplementasikan di lapangan. Apalagi, Jateng selama ini dikenal memiliki karakteristik tingkat bencana tinggi sehingga perlu menerapkan standard operating procedure (SOP) sesuai yang tertuang dalam kerja sama tersebut.

"Poin-poin yang kita sepakati untuk kerja sama ini adalah sinergitas sumber daya manusia. Kalau ada pelatihan-pelatihan itu bisa kita sinergikan supaya ada pemahaman yang sama. Khususnya yang sering membidangi SAR seperti Sabhara, Ditpolair, Brimob, dan lain sebagainya," ungkap Condro.
(rhs)
Berita Terkait
KM Bahari Indonesia...
KM Bahari Indonesia Terbakar di Laut Jawa, 26 ABK Selamat Naik Sekoci
Jawa Tengah dan NTB,...
Jawa Tengah dan NTB, Kasus Positif Covid-19 Kurang Baik
Ada Pesawat Jatuh, Basarnas...
Ada Pesawat Jatuh, Basarnas Pangkalpinang Kirim KN SAR ke Laut Jawa
Papua dan Jawa Tengah...
Papua dan Jawa Tengah Alami Peningkatan Kasus Aktif
BNPB Bantu Rp4,25 Miliar...
BNPB Bantu Rp4,25 Miliar untuk Darurat Banjir Jawa Tengah
Jateng Kembali Raih...
Jateng Kembali Raih Predikat Provinsi Terbaik Perencanaan Pembangunan Nasional
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved