Ambisi Petahana di Kelas Dua

Selasa, 13 Maret 2018 - 21:45 WIB
Ambisi Petahana di Kelas...
Ambisi Petahana di Kelas Dua
A A A
MOHAMMAD Ramdhan Pomanto setidaknya bisa bernapas lega. Badai yang terus menghantam Wali Kota Makassar tersebut dalam beberapa bulan terakhir perlahan mereda. Yang masih hangat dialaminya adalah kasus gugatan pencabutan pasangan calon ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Makassar. Prahara itu muncul setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) meloloskan pasangan Moh Ramdan Pomanto–Indira Mulyasari Paramastuti (Diami) ke Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Juni mendatang.

Namun, gugatan itu dibatalkan. Ketua Panwaslu Makassar Nursari menetapkan Diami masih bisa mengikuti Pilwali Makassar. "Dari materi yang diajukan, tidak ada bentuk penyalahgunaan wewenang sebagaimana yang digugatkan pihak pemohon," ucapnya, Senin (26/2/2018) dua pekan lalu.

Sebelumnya, tim pemenangan pasangan Munafri Arifuddin–Andi Rachmatika (Appi–Cicu) mengajukan gugatan. Ada tiga poin yang menjadi dasar permohonannya. Pengangkatan tenaga guru honorer, pembagian ponsel pintar ke RT/RW, dan tagline dua kali tambah baik. Ketiga kegiatan Diami itu dianggap telah melanggar aturan pilkada. "Tidak masalah. Kami sudah ajukan langkah hukum selanjutnya ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," bela Anwar Ilyas, Koordinator Tim Hukum Appi-Cicu.

Danny, begitu sapaan akrab Ramdhan Pomanto, menepis kegiatan yang dilakukannya melanggar pilkada. Menurutnya, gugatan itu sebagai bentuk persaingan tidak sehat. "Ini lebih ke spekulasi. Setidaknya usaha untuk menggugurkan kami berbagai cara," cetusnya.

Pria kelahiran 30 Januari 1964 ini menilai tudingan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap masyarakat di Kota Angin Mamiri. Sebab, ia menyebut semua yang digugat itu masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). "Masuk kebijakan. Jadi, saya kira gugatan itu menyakitkan buat masyarakat," keluhnya.

Bukan tidak mungkin, ia memprediksi, kubu lawan akan berusaha mencari celah untuk menumbangkan Diami sebelum pencoblosan. Strategi tersebut dipakai agar penantangnya bisa melawan kotak kosong di pilkada nanti. "Marilah bertarung di arena, jangan menang tanpa pertandingan," pintanya.

Apa saja langkah yang dilakukan pasangan Diami untuk menghindari serangan kampanye negatif kepada dirinya? Baca laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 01-07 Tahun 2018 yang terbit Senin (5/3/2018).

Ambisi Petahana di Kelas Dua


(amm)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Pencoblosan di TPS 040...
Pencoblosan di TPS 040 Perumnas Antang Makassar Terapkan Protokol Kesehatan
Surat Edaran Pj Wali...
Surat Edaran Pj Wali Kota Makassar Berisi Teknis Pemilihan Dipertanyakan
Timpora Makassar Ikut...
Timpora Makassar Ikut Lakukan Pengamanan Pilkada Serentak
KPU Makassar Siap Distribusikan...
KPU Makassar Siap Distribusikan Kotak Suara Pilkada
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved