Setelah Hidup Menggelandang Nenek Tarsem Dapat Rumah Baru

Sabtu, 10 Maret 2018 - 23:47 WIB
Setelah Hidup Menggelandang...
Setelah Hidup Menggelandang Nenek Tarsem Dapat Rumah Baru
A A A
KARAWANG - Nenek Tarsem (90), warga Dusun Cilengka, Desa Sukaraja, Kecamatan Rawamerta tak kuasa menahan haru setelah gubuk reotnya akhirnya dibangun permanen.

Nenek Tarsem sempat tinggal berpindah tempat karena gubuknya roboh diterjang angin. Selama itu dia tidur dengan tetangga sekitar yang mau menampungnya. Namun kesulitan nenek Tarsem soal tempat tinggal bakal berakhir setelah mendapat bantuan dari Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksyari.

Nenek Tarsem, yang memiliki seorang anak ini, mengaku hidup dalam kemiskinan. Dia tinggal digubuk seorang diri, karena anak semata wayangnya menderita gangguan jiwa.

Setelah gubuknya roboh akibat diterpa angin sekitar satu bulan lalu dia tidur diteras rumah tetangga yang mau menampungnya. Setiap hari dia juga mendapat makanan dari para tetangga yang bersimpati dengan kemiskinan yang dialaminya. Tidak kuat melihat penderitaan nenek tarsem sejumlah warga setempat membawa nenek Tarsem ke rumah Dinas Wakil Bupati untuk meminta bantuan pembangunan rumah dari pemerintah.

"Warga di sini sudah tidak tega memilihat nenek Tarsem yang hidup menggelandang di Kampung ini. Mereka akhirnya datang ke rumah wabup untuk meminta bantuan program pemerintah yaitu Rutilahu (rumah tidak layak huni). Namun karena lahan milik nenek Tarsem bukan milik pribadi dan tidak bersertifikat permohonan tersebut tidak dikabulkan," kata Kepala Desa Sukaraja, Engki, saat mendampingi wakil bupati Jimmy Ahmad Zamksyari melihat pembangunan rumah nenek Tarsem, Sabtu (10/3/2018).

Engki mengatakan meski permohonannya ditolak, namun Wabup Jimmy memberikan solusi membantu membangun rumah untuk nenek Tarsem melalui uang pribadinya. Saat itu Jimmy langsung memberikan uang Rp12 juta untuk membangun rumah nenek Tarsem sekaligus meminta Engki mengawasi pembangunannya. "Sekarang sedang dalam proses pembangunan dan sebentar lagi nenek Tarsem sudah bisa tinggal dirumah barunya," kata Engki.

Sementara itu Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamksyari mengatakan masalah yang dialami nenek Tarsem cukup banyak di Karawang. Dia meminta kepala desa agar mendata warga yang membutuhkan Rutilahu.

Meski persyaratan untuk mendapatkan Rutilahu harus hak milik lahan yang akan dibangun, namun pihak desa bisa menggunakan SKD (surat keterangan desa) agar masyarakat miskin bisa mendapatkan program Rutilahu. "Kepala Desa harus aktif mendata warganya agar mereka bisa dibantu melalui program pemerintah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved