Trotoar Zaman Now ala Anies-Sandi untuk Merubah Wajah Ibu Kota
Sabtu, 10 Maret 2018 - 06:33 WIB
Trotoar Zaman Now ala Anies-Sandi untuk Merubah Wajah Ibu Kota
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pohon pembatas jalur lambat dan jalur cepat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Dukuh Atas mulai dipindahkan. Kawasan yang merupakan wajah ibu kota itu nantinya bakal memiliki trotoar modern lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal, mengatakan, pengerjaan penataan trotoar sudah mulai dilakukan dengan pemindahan pohon terlebih dahulu. Seperti di kawasan Dukuh Atas dari Selatan ke Utara dan Karet sebelum jembatan Casablanca dari Utara ke Selatan.
Penataan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin akan menerapkan konsep resizing atau ukuran jalan yang disesuaikan dengan konteks kekinian. Saat ini Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin hanya memiliki jalur cepat dan lambat yang dibatasi jalur hijau.
Sedangkan konteks kekinian, Jalan Jenderal Sudirman akan dikembalikan menjadi tiga jalur reguler, dan satu busway. Adapun untuk ukuran trotoarnya akan dilebarkan dari 3-6 meter menjadi 10-12 meter.
"Jadi pohon ada yang sebagian dipindahkan dahulu. Tapi penataan nanti akan lebih hijau. Konsepnya kekinian," ujar Yusmada di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.
Penataan trotoar dimulai dari Patung Pemuda Senayan, Semanggi, Dukuh Atas hingga Bundaran HI. Selain sebagai pendukung Asian Games, trase tersebut sebagai bentuk perwujduan koridor jalan yang lengkap. Jalan kelas dunia bisa menjadi etalase Kota Jakarta.
Poin ke depan dalam penataan trotoar, lanjut Yusmada, mendorong pergerakan pejalan kaki atau moving people, not moving rider. Hal itu sudah ditandai dalam pembangunan angkutan massal. Mulai dari kereta api ringan atau light rail transit (LRT), angkutan cepat terpadu atau mass rapid transit (MRT, dan bus rapid transit.
Pada akhirnya semua pergerakan orang itu harus dijawab dengan adanya akses dari kantor ke tempat-tempat kegiatan dengan berjalan kaki. Untuk itu, Pemprov DKI menjawabnya dengan menata trotoar atau pedestrian yang nyaman, lebar, dan aman.
"Penanganan Sudirman-Thamrin ini adalah momentumnya Asian Games. Ini hanya pengulangan sejarah. Pada saat Asian Games 1962, dibangun SUGBK, termasuk Jalan Sudirman-Thamrin ini. Sekarang Asian Games 2018, kita membangun hal yang sama. Memperbaiki GBK, Sudirman-Thamrin kita rehab dalam konteks kekinian, Wisma Thamrin, dan sebagainya," jelasnya.
Proses perancangan design penataan sudah dimuali dari awal 2017. Dimana Pemprov DKI melalui Sekretaris Daerah menugaskan kepada PT MRT Jakarta untuk membuat design awal Sudirman-Thamrin. Selanjutnya, dari rancangan design tersebut ditawarkan kepada tiga perusahaan swasta yang akan membangun.
Adapun gambaran design yang sudah disepakati yakni memperbanyak pohon, dan trotoar dilengkapi fasilitas pendukung, seperti shelter, lampu, sabuk budaya, kios, hingga jalur sepeda yang lebarnya sekitar dua meter.
"Pak Gubernur menekankan aspek kemanusiaan, ada spot-spot budaya, serba guna, ada spot edukasi infrastruktur, sehignga terjadi interaksi sosial yang baru tanpa sekat," ungkapnya.
Asisten Pembangunan DKI Jakarta, Gamal Sinurat, mengatakan, penataan trotoar yang direncanakan mulai dari Patung Pemuda Senayan hingga Patung Kuda Thamrin, nantinya memiliki lebar berkisar 10 hingga 12 meter. Penataan trotoar ini sekaligus mengubah tata ruang Jalan Jenderal Sudirman.
Dengan pelebaran tersebut, trotoarnya akan memiliki fasilitas berupa bangku taman dan etalase budaya. Etalase budaya akan ditempatkan di titik-titik tertentu dan bisa dimanfaatkan untuk menempatkan benda-benda seni budaya hingga kegiatan seni budaya skala kecil.
Pemprov DKI masih akan membicarakan lebih lanjut teknis dari pemanfaatan etalase budaya ini agar tidak menjadi ruang bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Tak hanya itu, desain penataan trotoar Sudirman-Thamrin nantinya dilengkapi dengan walk of fame atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan segala kisah atlet-atlet tersebut. Tak hanya itu, nantinya atlet-atlet akan berinteraksi dengan warga yang berlalu lalang di trotoar pada waktu atau event tertentu. Pemprov DKI Jakarta akan mengatur waktu interaksi tersebut.
"Lantai trotoar akan ada lurik batik budaya nusantara. Ada juga patung-patung atlet, seni dan budaya. Bahkan ada spot-spot yang memungkinkan adanya pertunjukan seni dan budaya," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut bakal ada kios-kios ekonomi mikro di pedesterian Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Tapi tentunya harus naik kelas dan standarnya bagus.
Pelayanan kios-kios tersebut harus baik, rapi, dan tersertifikasi. Pemprov DKI nantinya akan membantu usaha-usah yang seperti itu agar bisa naik kelas. Hal ini adalah kesempatan membuka lapangan kerja bagi warga Jakarta.
Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kata Sandi, akan memberikan program seleksi pendaftaran kios di trotoar Sudirman-Thamrin. Salah satu yang akan dilihat adalah 10 ribu orang yang telah mendaftar OK OCE. "Jadi akan ada seleksi. Yang lolos kualifikasi akan ada di trotoar itu," tegas Sandi.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal, mengatakan, pengerjaan penataan trotoar sudah mulai dilakukan dengan pemindahan pohon terlebih dahulu. Seperti di kawasan Dukuh Atas dari Selatan ke Utara dan Karet sebelum jembatan Casablanca dari Utara ke Selatan.
Penataan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin akan menerapkan konsep resizing atau ukuran jalan yang disesuaikan dengan konteks kekinian. Saat ini Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin hanya memiliki jalur cepat dan lambat yang dibatasi jalur hijau.
Sedangkan konteks kekinian, Jalan Jenderal Sudirman akan dikembalikan menjadi tiga jalur reguler, dan satu busway. Adapun untuk ukuran trotoarnya akan dilebarkan dari 3-6 meter menjadi 10-12 meter.
"Jadi pohon ada yang sebagian dipindahkan dahulu. Tapi penataan nanti akan lebih hijau. Konsepnya kekinian," ujar Yusmada di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.
Penataan trotoar dimulai dari Patung Pemuda Senayan, Semanggi, Dukuh Atas hingga Bundaran HI. Selain sebagai pendukung Asian Games, trase tersebut sebagai bentuk perwujduan koridor jalan yang lengkap. Jalan kelas dunia bisa menjadi etalase Kota Jakarta.
Poin ke depan dalam penataan trotoar, lanjut Yusmada, mendorong pergerakan pejalan kaki atau moving people, not moving rider. Hal itu sudah ditandai dalam pembangunan angkutan massal. Mulai dari kereta api ringan atau light rail transit (LRT), angkutan cepat terpadu atau mass rapid transit (MRT, dan bus rapid transit.
Pada akhirnya semua pergerakan orang itu harus dijawab dengan adanya akses dari kantor ke tempat-tempat kegiatan dengan berjalan kaki. Untuk itu, Pemprov DKI menjawabnya dengan menata trotoar atau pedestrian yang nyaman, lebar, dan aman.
"Penanganan Sudirman-Thamrin ini adalah momentumnya Asian Games. Ini hanya pengulangan sejarah. Pada saat Asian Games 1962, dibangun SUGBK, termasuk Jalan Sudirman-Thamrin ini. Sekarang Asian Games 2018, kita membangun hal yang sama. Memperbaiki GBK, Sudirman-Thamrin kita rehab dalam konteks kekinian, Wisma Thamrin, dan sebagainya," jelasnya.
Proses perancangan design penataan sudah dimuali dari awal 2017. Dimana Pemprov DKI melalui Sekretaris Daerah menugaskan kepada PT MRT Jakarta untuk membuat design awal Sudirman-Thamrin. Selanjutnya, dari rancangan design tersebut ditawarkan kepada tiga perusahaan swasta yang akan membangun.
Adapun gambaran design yang sudah disepakati yakni memperbanyak pohon, dan trotoar dilengkapi fasilitas pendukung, seperti shelter, lampu, sabuk budaya, kios, hingga jalur sepeda yang lebarnya sekitar dua meter.
"Pak Gubernur menekankan aspek kemanusiaan, ada spot-spot budaya, serba guna, ada spot edukasi infrastruktur, sehignga terjadi interaksi sosial yang baru tanpa sekat," ungkapnya.
Asisten Pembangunan DKI Jakarta, Gamal Sinurat, mengatakan, penataan trotoar yang direncanakan mulai dari Patung Pemuda Senayan hingga Patung Kuda Thamrin, nantinya memiliki lebar berkisar 10 hingga 12 meter. Penataan trotoar ini sekaligus mengubah tata ruang Jalan Jenderal Sudirman.
Dengan pelebaran tersebut, trotoarnya akan memiliki fasilitas berupa bangku taman dan etalase budaya. Etalase budaya akan ditempatkan di titik-titik tertentu dan bisa dimanfaatkan untuk menempatkan benda-benda seni budaya hingga kegiatan seni budaya skala kecil.
Pemprov DKI masih akan membicarakan lebih lanjut teknis dari pemanfaatan etalase budaya ini agar tidak menjadi ruang bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Tak hanya itu, desain penataan trotoar Sudirman-Thamrin nantinya dilengkapi dengan walk of fame atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan segala kisah atlet-atlet tersebut. Tak hanya itu, nantinya atlet-atlet akan berinteraksi dengan warga yang berlalu lalang di trotoar pada waktu atau event tertentu. Pemprov DKI Jakarta akan mengatur waktu interaksi tersebut.
"Lantai trotoar akan ada lurik batik budaya nusantara. Ada juga patung-patung atlet, seni dan budaya. Bahkan ada spot-spot yang memungkinkan adanya pertunjukan seni dan budaya," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut bakal ada kios-kios ekonomi mikro di pedesterian Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Tapi tentunya harus naik kelas dan standarnya bagus.
Pelayanan kios-kios tersebut harus baik, rapi, dan tersertifikasi. Pemprov DKI nantinya akan membantu usaha-usah yang seperti itu agar bisa naik kelas. Hal ini adalah kesempatan membuka lapangan kerja bagi warga Jakarta.
Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kata Sandi, akan memberikan program seleksi pendaftaran kios di trotoar Sudirman-Thamrin. Salah satu yang akan dilihat adalah 10 ribu orang yang telah mendaftar OK OCE. "Jadi akan ada seleksi. Yang lolos kualifikasi akan ada di trotoar itu," tegas Sandi.
(thm)