Terlalu! Tukang Batagor Perkosa Anak Berusia 11 Tahun

Sabtu, 03 Maret 2018 - 10:18 WIB
Terlalu! Tukang Batagor...
Terlalu! Tukang Batagor Perkosa Anak Berusia 11 Tahun
A A A
BANDUNG - Oim (44), tukang batagor di kawasan Antapani, Kota Bandung tega melampiaskan nafsunya terhadap SA, gadis kecil berusia 11 tahun yang merupakan tetangganya.

Perbuatan bejat tersangka terbongkar setelah SA merasakan sakit saat buang air kecil. Orang tua korban lalu menanyakan penyebab sakitnya itu. SA polos menjawab telah diperkosa oleh Oim. Tentu saja orang tua korban tak terima. Mereka melapor ke Polsek Antapani.

Namun, karena Polsek Antapani tak memiliki Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA), akhirnya kasus itu dilimpahkan ke Polrestabes Bandung. Setelah menerima laporan, anggota Unit PPA melakukan penyelidikan. Anggota mendapatkan saksi kunci kakak kandung korban yang melihat SA keluar dari kontrakan tersangka Oim.

"Tak menunggu waktu lama, tersangka Oim pun diringkus di kontrakannya beberapa hari lalu," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Suparma didampingi Kanit PPA Ipda Denia di Makosat Reskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabtu (4/3/2018).

Suparma mengemukakan, perbuatan bejat Oim terhadap korban berawal saat korban sedang bermain di dekat kontrakan tersangka sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Sindangsana, Cicadas, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Pelaku kemudian mengiming-imingi korban uang. Lantaran tak curiga, korban yang masih polos menuruti ajakan tersangka masuk ke kontrakannya.

"Pelaku menarik tangan korban. Lalu korban dibekap mulutnya dan diancam agar tak menceritakan peristiwa itu ke orang lain dan memberi uang Rp15.000. Namun korban akhirnya menceritakannya kepada orang tuanya," ujar Suparma.

Akibat perbuatannya, tutur dia, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polrestabes Bandung. Oim dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D dan atau Pasal 82 juncto Pasal 76E Undang-undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Pelaku mengaku baru satu kali melakukan perbuatannya terhadap korban AS," ungkap Suparma.

Sementara itu, tersangka Oim mengaku kesepian hidup sebatang kara di Kota Bandung. Sedangkan empat anak dan istrinya tinggal Pasirlimusp, Kabupaten Garut. Dia pulang ke Garut satu bulan sekali. "Saya khilaf dan menyesal," ujar Oim.
(rhs)
Berita Terkait
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Kawal Kasus SPG Showroom...
Kawal Kasus SPG Showroom Diperkosa di Bekasi, RPA Perindo Pastikan Tetap Terima Aduan Baru
Pemkot Surabaya Maksimalkan...
Pemkot Surabaya Maksimalkan AS-RPA Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Jadi Fenomena Gunung...
Jadi Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terus Naik
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved