OK Otrip Berjalan, Jumlah Angkot di Jakarta Berkurang

Selasa, 27 Februari 2018 - 06:15 WIB
OK Otrip Berjalan, Jumlah...
OK Otrip Berjalan, Jumlah Angkot di Jakarta Berkurang
A A A
JAKARTA - Sejumlah armada angkutan umum di DKI Jakarta akan dihapus dalam implementasi program One Karcis One Trip (OK Otrip). Dari sebanyak 12.500 unit angkot jenis bus kecil, DKI hanya menampung 8.000 unit.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sebelum melaksanakan OK Otrip, pihaknya terlebih dahulu melakukan rerouting trayek agar tidak ada yang saling berhimpitan. Misalnya saja seperti di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Andri menuturkan, dari 200 armada di satu trayek, sedikitnya hanya dibutuhkan 92 armada. Sementara sisanya sebanyak 118 armada akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipikirkan rencana selanjutnya.

"Enggak mungkin kita alihkan ke trayek lain. Dari jumlah total 12.500 unit angkot jenis bus kecil dengan 157 trayek, setelah direrouting dengan 97 trayek hanya membutuhkan sekitar 8.000 armada," kata Andri Yansyah di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Andri menjelaskan, meski ada pengurangan sebanyak 4.500 armada, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM)-nya dipastikan akan bertambah dua kali lipat. Sebab, terbagi dua shift dalam 1x24 jam beroperasi. Artinya, dari 8.000 armada, sedikitnya akan membutuhkan sopir sekitar 16.000.

Dalam pemilihan sopir, lanjut Andri, DKI tidak mempermasalahkan terkait identitas kependudukannya. Terpenting harus memiliki SIM A Umum dan utamanya adalah sopir existing. Sehingga, tujuan utama program OK Otrip untuk mengubah perilaku sopir, membuat nyaman, aman dan selamat penumpang, headway-nya tercapai.

"Untuk rupiah per kilometer dan jarak tempuh angkot ya kita lakukan survei bersama. Kami harap semuanya segera mengikuti OK Otrip," ujarnya.

Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, Tory Darmantoro menuturkan, porgram OK Otrip akan sukses bila kelembagaan PT Transportasi Jakarta ditata dengan baik. Di mana, lembaga tersebut dapat mengintegrasikan seluruh jenis layanan angkutan berbasis jalan.

"Lembaga integrator semacam ini merupakan kunci suksesnya kebijakan integrasi layanan seperti OK Otrip," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Anies Integrasikan Seluruh...
Anies Integrasikan Seluruh Transportasi Umum di Jakarta Lewat Jak Lingko
Anies Pamer Penataan...
Anies Pamer Penataan Sistem Transportasi Jakarta yang Semakin Terintegrasi
Kecelakaan Timpa Angkot...
Kecelakaan Timpa Angkot Jak Lingko di Depan Puspom Jakpus
Anies Permanenkan Jalur...
Anies Permanenkan Jalur Sepeda, Politikus PDIP Protes Bikin Jalur Mobil Makin Sempit
10.047 Angkot Bakal...
10.047 Angkot Bakal Terintegrasi dengan Jak Lingko pada 2030
Masa Transisi PSBB,...
Masa Transisi PSBB, Angkutan Umum Beroperasi Normal, Kapasitas 50%
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved