Ribuan Warga Sukoharjo Demo Tuntut PT RUM Ditutup

Kamis, 22 Februari 2018 - 19:18 WIB
Ribuan Warga Sukoharjo...
Ribuan Warga Sukoharjo Demo Tuntut PT RUM Ditutup
A A A
SUKOHARJO - Sekitar 3.000 warga Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menggeruduk Kantor Pemkab setempat, Kamis (22/2/2018) siang. Mereka menuntut PT Rayon Utama Makmur (RUM) ditutup permanen karena diduga sebagai sumber limbah bau busuk yang menyengat.

Massa datang bergelombang sejak pukul 09.30 WIB dengan konvoi kendaraan. Seperti truk, bak terbuka, angkutan umum, dan sepeda motor. Berbagai poster berisi kecaman dan tuntutan penutupan PT RUM dibawa pengunjuk rasa. Perwakilan massa terus berorasi secara bergantian sepanjang aksi berlangsung. Massa mendesak Bupati keluar untuk menemui pendemo.

“Kami meminta PT RUM ditutup total. Dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) penutupan dari Bupati,” tandas Koordinator aksi lapangan, Ari Suwarno, Kamis (22/2/2018).

Aksi yang digelar untuk meminta ketegasan Pemkab Sukoharjo dalam menindak PT RUM. Terhitung sejak kesepakatan 19 Januari lalu, ditenggat satu bulan mampu menangani limbah bau yang mengganggu warga.

Namun kenyataannya, bau busuk limbah tetap muncul sehingga warga kembali turun ke jalan. Pemkab Sukoharjo harus tegas menutup pabrik pengolahan benang rayon tersebut karena dampak lingkungannya merugikan warga sekitar.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya akhirnya bersedia menemui para pendemo sekitar pukul 13.00 WIB. Massa juga meminta agar bupati naik ke truk komando. Dari atas truk, bupati menyampaikan kesepakatan antara pemkab dengan pihak PT RUM terkait penghentian produksi.

Sesuai kesepakatan bersama pada 19 Januari, pemkab sudah mengirimkan surat peringatan resmi kepada PT RUM sebanyak dua kali. Yakni pada Januari dan 15 Pebruari lalu. Dasarnya, pemkab menilai bahwa perusahaan tidak memenuhi kesepakatan menanggulangi limbah bau yang muncul. Sehingga harus menghentikan sementara aktivitas produksi.

“Sesuai kesepakatan, PT RUM harus bertanggung jawab berhenti beroperasi. Sampai bau bisa ditangani,” papar Wardoyo Wijaya.

Menurut Bupati, PT RUM juga telah menyatakan kesanggupannya untuk menghentikan produksi sampai masalah limbah bau ditangani. Setelah ditemui Bupati, warga berangsur meninggalkan lokasi.
(rhs)
Berita Terkait
Polusi Udara Melanda...
Polusi Udara Melanda New Delhi, Warga Serukan Demonstrasi Massal
2 Terduga Provokator...
2 Terduga Provokator Aksi Demo Hari Ini Diamankan Polda Jateng
Limbah Ternak Masih...
Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Tekan Polusi Organik,...
Tekan Polusi Organik, IPAL Sentra Tahu Dibangun di Jombang
KKP Distribusikan Bantuan...
KKP Distribusikan Bantuan Benih Kepiting di Jawa Tengah
Protes SK Menteri LHK,...
Protes SK Menteri LHK, Ribuan Pegawai Perhutani se-Jawa Demonstrasi di Patung Kuda
Berita Terkini
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
11 menit yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
1 jam yang lalu
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
1 jam yang lalu
Brimob Bersenjata Jaga...
Brimob Bersenjata Jaga Ketat Gedung Promoter Polda Metro Jaya Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi
1 jam yang lalu
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
2 jam yang lalu
Persoalkan Penerapan...
Persoalkan Penerapan Pasal 32 UU ITE, Roy Suryo Minta Status Tersangka Tidak Sah
3 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved