Siswi SMP Dirampok, Leher Dicekik dan Urat Nadi Disayat

Minggu, 18 Februari 2018 - 23:22 WIB
Siswi SMP Dirampok,...
Siswi SMP Dirampok, Leher Dicekik dan Urat Nadi Disayat
A A A
BANDUNG - Neneng Fatimah (15), ditemukan warga terkapar bersimbah darah dengan luka sayat di sebuah lahan kosong dekat SD Inpres Ciumbuleuit, Kota Bandung, Minggu (18/2/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Siswi kelas 8 SMP 52 Kota Bandung itu diduga menjadi korban pelaku perampokan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo membenarkan ada informasi terkait peristiwa Neneng Fatimah, Warga Ranca Bentang RT2/6 Ciumbuleuit itu.

Bahkan untuk memastikan, Hendro meluncur ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Salamun Ciumbuleuit. "Korban ditemukan warga yang sedang melintas di lokasi kejadian. Korban saat ini dirawat intensif di IGD RS Salamun Ciumbuleuit," kata Hendro melalui peaan singkat.

Hendro menyebutkan korban sudah pulih. Neneng menderita luka cekik di leher, pergelangan tangan kanan dan kiri terluka akibat benda tajam. "Mohon doa, semoga cepat ditemukan pelakunya," ujar Hendro.

Santi (20), kakak ipar korban, mengatakan, adiknya Neneng Fatimah pamit sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban mau ke atas sebentar. Karena Santi tahu bahwa di tempat yang dituju itu ada teman adiknya, Santi tak khawatir. Namun sampai menjelang magrib, adiknya belum juga pulang, Santi mulai resah.

"Dia pamit, teh aku ke atas sebentar ya. Oke kata aku. Kirain ke atas teh ke temennya karena memang ada temennya di sana. Deket cuman beda RT. Cuman kan dari jam setengah dua sampe mau magrib, (korban) ditelpon susah banget. Handphone nya kayak gak aktif gitu. Sekitar pukul 17.30, ada orang ke rumah, ngabarin (korban) di rumah sakit luka-luka," kata Santi melalui telpon.

Mendapat kabar mengejutkan itu, Santi langsung berangkat ke RS Salamun. Saat bertemu korban di RS, Santi mendapati adiknya terbaring namun telah sadar." Saya tanya, handphonenya ke mana. Adik saya bilang gak tau neneng juga. Setelah dibekap orang, adik saya gak sadarkan diri, pingsan," ujar Santi.

Saat ditanya apakah korban janji bertemu dengan seseorang, Santi menuturkan tidak tahu pasti. Sebab korban Neneng, anak ketiga dari tiga bersaudara itu, belum mau berterus terang.

Setiap ditanya terkait peristiwa yang menimpanya, korban Neneng selalu menangis. "Dia (korban Nenng) nangis kalo diajak ngobrol. Mungkin masih shock," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Ini Tampang 3 Perampok...
Ini Tampang 3 Perampok Bersenpi di Cilacap saat Dihadirkan di Polda Jateng
Begini Tampang Perampok...
Begini Tampang Perampok Toko Gadai di Jagakarsa yang Apes Dikepung Warga
Polisi Bekuk Komplotan...
Polisi Bekuk Komplotan Perampok Toko Emas Bersenjata Api di Blora
Perampok Gasak Gerai...
Perampok Gasak Gerai Piaget Paris, Perhiasan Ratusan Miliar Raib
Polisi Gelar Reka Ulang...
Polisi Gelar Reka Ulang Aksi Perampokan Setengah Miliar di Semarang
Lumpuhkan Karyawan Minimarket,...
Lumpuhkan Karyawan Minimarket, Pria di Bogor Ditangkap Polisi
Berita Terkini
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
2 menit yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
19 menit yang lalu
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
26 menit yang lalu
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
51 menit yang lalu
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
57 menit yang lalu
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved