Waspadai Serangan Teror Menjelang Pilkada 2018

Kamis, 15 Februari 2018 - 13:47 WIB
Waspadai Serangan Teror...
Waspadai Serangan Teror Menjelang Pilkada 2018
A A A
SEMARANG - Serangan dan teror menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 harus diwaspadai karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Apalagi, beberapa hari terakhir terdapat serangan teror di beberapa daerah terhadap pemuka-pemuka agama.

"Dalam dua pekan terakhir ini contohnya di Jawa Barat telah terjadi penyerangan terhadap ustaz. Kemudian, beberapa hari lalu juga terjadi penyerangan umat saat misa di Gereja Lidwina, Bedog, Sleman. Kabar terakhir serangan juga terjadi di Tuban Jatim dan Jambi," kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Budiyanto, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, serangan teroris juga pernah terjadi di Tanah Air, menjelang pelaksanaan Pilpres 2009. Saat itu terjadi ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan sekira pukul 07.47 WIB. Padahal, kala itu warga tengah menimbang untuk memilih di antara tiga pasangan yakni Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.

"Kami ditugasi negara menjaga Jateng tetap aman terkendali, kondusif dari ancaman paham radikalime dan terorisme, tugas berat. Harus dilakukan bersama. Kita bisa melakukan jika bersama pemda provinsi, kabupaten, kota didukung masyarakat, dan seluruh elemen kepemudaaan. Aksi teror ini kalau berhasil akan membawa dampak kematian manusia dan rusaknya objek vital," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk mencegah sekaligus deteksi dini aksi terorisme pihaknya menjalin kerja sama dengan Kemenhan Jateng dan organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng, Kota Semarang, serta Kabupaten Kendal. Dengan menggandeng anak-anak muda, maka penyebaran paham radikal dan terorisme yang menyasar generasi muda bisa dicegah.

“Apapun alasannya, melakukan perusakan rumah ibadah maupun penganiayaan pemuka agama, kami mengutuk keras. Karena, perbuatan itu tidak sesuai dengan ajaran agama dan nilai humanisme,” ujar Sekretaris FKPT Jateng, Syamsul Huda, sekaligus Ketua Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Kabupaten Demak.
(rhs)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Menko Hadi Minta Polri...
Menko Hadi Minta Polri Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Pilkada Serentak
Polda NTB Awasi Ancaman...
Polda NTB Awasi Ancaman Gangguan Keamanan Surat Suara Hasil Coblosan
Pilkada Serentak dan...
Pilkada Serentak dan Antisipasi Keamanan Nasional
Memastikan Keamanan...
Memastikan Keamanan Pilkada Serentak Saat Pandemi
Panglima TNI Ungkap...
Panglima TNI Ungkap Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved