Duh, Bocah Korban Perceraian Ini Menderita Penyakit Langka

Selasa, 13 Februari 2018 - 16:30 WIB
Duh, Bocah Korban Perceraian...
Duh, Bocah Korban Perceraian Ini Menderita Penyakit Langka
A A A
PURWAKARTA - Seorang bocah laki-laki, Vicky (8), warga Kampung Talaga RT 10/4, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menderita penyakit aneh. Beberapa bagian tubuhnya membengkak akibat penumpukan cairan. Selintas anak itu seperti menderita penyakit gondok, karena di bagian lehernya membesar.

Awalnya dia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dia mengaku cukup kesakitan dengan pembengkakan di beberapa bagian tubuhnya, terutama di leher. Bocah ini terbilang sangat malang karena selama ini sudah tidak bersama ibu bapaknya sejak masih bayi.

Namun selama ini tinggal dan diurus oleh neneknya, Warsih (55). Sementara kedua orang tuanya Usman (35) dan Ati (25), sudah lama bercerai dan pergi entah kemana. Berdasarkan kabar, masing-masing sudah menikah lagi dan punya anak. "Selama ini saya yang mengurusnya," ujar Warsih.

Menurut dia, penyakit yang diderita cucunya itu terbilang sudah lama, hanya saja kondisinya semakin parah sejak tiga bulan terakhir. Atau bertepatan dengan terputusnya pengobatan, sehingga beberapa bagian tubuh Vicky kembali membengkak.

Sekolahnya pun harus terhenti karena sama sekali tidak bisa beraktivitas sebagaimana layaknya anak seusia dia. Padahal, Vicky memiliki kelebihan, yakni termasuk pandai mengaji.

Pemerintahan Kecamatan Sukasari baru mengetahui terdapat warganya menderita penyakit itu ketika melakukan pelayanan terpadu secara rutin ke kampung-kampung.

Ketika itu Camat Sukasari Jaya Pranolo mendapat kabar adanya bocah yang menderita penyakit aneh. Lalu bersama petugas kesehatan mengecek langsung ke rumahnya.

Pada kesempatan itu, dokter Puskesmas sempat mendiagnosa Vicky menderita sindrom nefrotik, atau gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine. Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik dapat dialami oleh siapa saja. Sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia antara 2 sampai 5 tahun.

"Kami langsung bawa ke Rumah Sakit Umum Bayu Asih. Prioritas pertama kami adalah bagaimana anak ini sermbuh. Alhamdulillah Vicky sudah mendapat penanganan medis di rumah sakit. Kami terus pantau setiap perkembangan kesehatannya. Kami juga mengapresiasi kesigapan aparat desa, tim kesehatan, dan pihak lain dalam menangani persoalan ini," ungkap Camat Sukasari, Jaya Parnolo kepada SINDOnews, Selasa (13/2/2018).
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
5 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
6 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
7 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
8 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved