Usut Kasus Korupsi Makassar, Polda Sulsel Dinilai Tak Gubris Imbauan Kapolri

Senin, 05 Februari 2018 - 13:59 WIB
Usut Kasus Korupsi Makassar,...
Usut Kasus Korupsi Makassar, Polda Sulsel Dinilai Tak Gubris Imbauan Kapolri
A A A
JAKARTA - Imbauan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang meminta jajarannya untuk menghentikan pengusutan perkara yang berkaitan dengan calon kepala daerah tampaknya tak digubris Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Celakanya, penyidikan kasus dugaan korupsi di Pemkot Makassar malah semakin gencar dilakukan. Sebagian pejabat diperiksa secara maraton. Bahkan, beberapa di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terakhir adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Erwin Syafruddin Haiyya.

"Kalau penyidikan masih berlangsung berarti Imbauan Kapolri tidak diindahkan dan Kapolri harus turun tangan. Cari tau apakah penyidikan itu profesional, independen jangan sampai ditunggangi kepentingan seseorang. Kalau ini dibiarkan ada dugaan polisi sudah diperalat," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi, Senin (5/2/2018).

Selain Kapolri, proses penyidikan sementara perkara yang melibatkan calon kepada daerah juga disetujui penegak hukum lain yakni Kejaksaan Agung termasuk KPK.

Kapolri sebelumnya mengatakan, mengacu pada Peraturan Kapolri yang diterbitkan sebelumnya, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses pilkada selesai.

"Saya selaku Kapolri mengajak dan mengimbau dan akan berusaha kepada para penegak hukum lainnya, Kejaksaan, KPK, koordinasi dengan Bawaslu mari sama-sama kalau sudah ada penetapan, siapa pun yang sudah ditetapkan, jangan diganggu mereka dengan pemanggilan proses hukum," ujar Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/1/).

Tito mengatakan, pemanggilan tersebut bisa mempengaruhi proses demokrasi dan memepengaruhi opini publik. Hal ini berbeda dengan tahun lalu, di mana Kapolri mengesampingkan Perkap tersebut. Proses hukum itu akan dilanjutkan saat proses Pilkada selesai.
(nag)
Berita Terkait
KPU Minta Pemda Optimalkan...
KPU Minta Pemda Optimalkan Dana APBD untuk Pilkada Serentak 2020
KPU Ingin Tambahan Anggaran...
KPU Ingin Tambahan Anggaran dari APBN, Mendagri Bersikukuh Optimalkan APBD
KPK Endus Potensi Korupsi...
KPK Endus Potensi Korupsi Dalam Pilkada Serentak 2020
Rekam Jejak Kasus Korupsi...
Rekam Jejak Kasus Korupsi Kandidat Jadi Pertimbangan Penting di Pilkada Medan
Ridwan Kamil: Membangun...
Ridwan Kamil: Membangun Jakarta Bisa Kombinasi antara APBD dan Dana Swasta
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
4 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
5 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
5 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
5 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved