Manajemen RS Bhakti Asih: Kami Tak Lakukan Malapraktik

Kamis, 01 Februari 2018 - 19:47 WIB
Manajemen RS Bhakti...
Manajemen RS Bhakti Asih: Kami Tak Lakukan Malapraktik
A A A
TANGERANG - Manajemen RS Bhakti Asih, Kota Tangerang menyatakan tidak melakukan malapraktik terkait meninggalnya pasien atas nama Ranita (37) yang baru saja melakukan operasi caesar.

Kabid Bidang Pelayanan Medis RSU Bhakti Asih dr. Ferdy Ramadhanil membantah telah melakukan malapraktik. Sebab, saat pertama pasien datang ke RS, pihaknya telah me-warning agar pasien dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap pelayanananya.

"Sudah dijelaskan, dan sudah diberikan rujukan ke RS yang lebih besar dengan fasiltas lebih lengkap. Tapi pasien menolak. Dia bilang, tindakan apa, risiko apa, dan sudah dijawab risiko terberat kematian. Setelah berembuk, akhirnya dilakukan operasi saat itu juga," ungkap Ferdy pada Kamis (1/2/2018).

Dilanjutkan Ferdy, sejak pertama pasien juga tidak pernah mengatakan alergi obat. Sehingga obat tersebut tetap diberikan. Apalagi, obat yang diberitakan, yakni obat penahan sakit dan antihipertensi, merupakan obat yang biasa diberikan kepada ibu yang baru operasi caesar.( Baca: Diberi Obat Penahan Sakit Usai Caesar, Ibu 4 Anak Meninggal Dunia )

"Obat yang diberikan setelah caesar adalah obat penahan sakit dan antihipertensi, dan sudah diberitahu atas persetujuan pasien. Setelah operasi obatnya pasti itu. Korban sempat alergi obat, tapi kita belum tahu dimana alerginya, karena sudah melewati observasi rutin," tambahnya.

Dijelaskan dia, korban sempat mengalami alergi obat selama dua jam, dengan wajah dan mata bengkak-bengkak. Setelah dilakukan observasi, dan dipasang oksigen, kondisi korban diakuinya sempat membaik. Lalu masuk ruang ICU dan diberikan pertolongan dengan ditekan pada dadanya.

Pihaknya menduga, korban meninggal karena dua hal. Pertama karena PEB dan emboli air ketuban. PEB disebabkan oleh faktor risiko tinggi kehamilan dan pasien punya hepertensi, nyeri kepala, ulu hati, dan neupia, dan minus 5. Tetapi, hal itu sudah disampaikan di awal pasien masuk.

"Sedang emboli air ketuban, ini prosesnya analisanya jauh. Karena melihat dari proses kematian yang cepat, frekuensi kejadiannya jarang. Tetapi ketika sudah terjadi, menimbulkan kematian hingga 90%. Tapi nanti kembali lagi ke PEB, tensi darah tinggi, dan pembuluh darah rapuh," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ciledug Kompol Supriyanto mengatakan, hingga saat ini belum mendapat laporan dugaan malapraktik dari keluarga pasien. Namun, pihaknya akan sangat terbuka jika pihak keluarga pasiean datang melapor.

"Kami akan sangat terbuka. Silakan jika ingin datang melapor. Besok saya terima. Nanti saya dengar dahulu kronologis peristiwanya. Jika tidak bisa menangani, akan saya arahkan agar langsung ke Polresto Tangerang," ungkap Supriyanto.

Meski begitu, dia mengingatkan agar keluarga pasien berhati-hati, dan jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga. Sebab, dugaan malapraktik tidak bisa dianggap sembarangan. Harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya.

"Karena dokter yang menangani kan semua profesional. Jadi harus hati-hati. Jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga. Tapi kalu mau tetap melapor, silakan datang. Akan saya terima, tapi telepon dulu yah, besok kan Jumat," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
1 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
3 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved