Diberi Obat Penahan Sakit Usai Caesar, Ibu 4 Anak Meninggal Dunia

Kamis, 01 Februari 2018 - 18:18 WIB
Diberi Obat Penahan...
Diberi Obat Penahan Sakit Usai Caesar, Ibu 4 Anak Meninggal Dunia
A A A
TANGERANG - Seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Ranita (37) meninggal dunia setelah minum obat penahan rasa sakit, usai melahirkan dengan cara caesar anak keempatnya di RSU Bhakti Asih, Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Ramdan Sumanta (37), suami Ranita mengatakan, istrinya meninggal dunia usai diberikan obat penahan rasa sakit dan antihipertensi. Dia menceritakan, awalnya sang istri hanya ingin melakukan check up kehamilan. Namun kata dokter yang memeriksa, Ranita telah bukaan tiga.

"Peristiwanya sudah lama, pada 3 Januari 2018 lalu. Tetapi rasanya seperti baru kemarin. Saya masih tidak menyangka, almarhumah pergi begitu cepat," ungkap Ramdan kepada SINDOnews di rumahnya Jalan KUD, Ciledug, Rabu (1/2/2018).

Dilanjutkan Ramdan, usai dilakukan pemeriksaan terhadap Ranita, diketahui bahwa ibu tiga orang anak itu memiliki penyakit darah tinggi, minus tiga pada mata, dan telah berusia 37 tahun. Sehingga, tidak bisa melakukan persalinan normal, dan harus segera dilakukan operasi caesar.

Dokter juga mengatakan, jika dalam penangannya nanti terjadi kemungkinan terburuk, maka pihak rumah sakit akan langsung merujuknya ke rumah sakit lain yang lebih besar dan lebih lengkap. Sebab, Ranita butuh penanganan khusus di rumah sakit yang lebih besar dan lengkap.

"Akhirnya istri saya dioperasi caesar. Alhamdullilah, operasinya berjalan lancar. Kemudian, istri saya dipindahkan ke ruang persiapan, lalu ke ruang perawatan. Beberapa jam kemudian, istri saya mulai kedinginan dan sudah sadarkan diri, tetapi kondisinya lemas," sambung Ramdan.

Karena sang istri merasa haus dan lapar, Ranita diberitakan makan dan minum. Setelah makan, Ranita diberikan obat penurun darah tinggi. Tidak lama kemudian, wajah dan mata Ranita mengalami bengkak-bengkak, dan sesak napas. Ternyata, Ranita memiliki alergi obat.

"Setelah minum obat itu, muka dan mata istri saya mengalami bengkak-bengkak. Kemudian, perawat itu bilang mau memberikan obat penetralisir dan pengurang rasa nyeri, untuk mengurangi sesak napas istri saya. Sampai tengah malam, istri saya masih sesak napas," ungkapnya.

Bukan semakin membaik, kondisi Ranita malah bertambah buruk. Dia pun mulai mengalami muntah-muntah. Situasi menjadi panik. Ranita akhirnya dipindah ke ruang ICU oleh dokter. Di ruang ICU itu, Ranita ditangani oleh dua orang dokter, yakni dr. Rahmadsyah dan dr.Ilham.

"Istri saya terlihat ditekan-tekan dadanya, dan dipompa oksigen melalui hidung. Tidak ada satu jam di ruang ICU, istri saya dinyatakan meninggal. Katanya karena darah tinggi dan ada penyakit jantung. Tapi, kenapa saya tidak pernah ditawarkan rujukan," ujar Ramdan.

Mendapat kenyataan itu, Ramdan mengaku ikhlas. Namun, dia bertanya-tanya tentang sebab dari kematian istrinya yang sangat janggal. Dia menduga, pihak RS telah melakukan malapraktik terhadap istrinya. Mulai dari memberi obat, hingga penanganan yang dipaksakan tanpa persetujuan.

"Bayi sempat dimasukan ke inkubator, karena mengalami sesak dan usia lahirnya belum mencukupi hari kandungan, yakni baru 35 minggu. Selain itu, jenazah istri saya juga tidak dimandikan dan dikembalikan tanpa busana. Saya belum menerima penyebab dari kematian istri saya," ucap Ramdan.
(whb)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
26 menit yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
10 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
10 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
11 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
11 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
14 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved