Dana Kemitraan dari DKI Batal, APBD Bekasi Defisit Rp400 Miliar

Rabu, 31 Januari 2018 - 23:38 WIB
Dana Kemitraan dari...
Dana Kemitraan dari DKI Batal, APBD Bekasi Defisit Rp400 Miliar
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kota Bekasi tahun 2018 senilai Rp5,6 triliun lebih mengalami defisit hingga Rp400 miliar. Artinya, nilai pendapatan lebih kecil dibanding nilai belanja.

”Saat ini APBD sedang dirasionalisasi untuk disesuaikan di anggaran perubahan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Koswara Hanafi pada Rabu (31/1/2018). Menurutnya, rasionalisasi sangat dibutuhkan agar anggaran tahun ini bisa disesuaikan.

Saat ini, nilai belanja langsung mencapai 55%, sedangkan belanja tidak langsung sebesar 45%. Namun, salah satu penyebab anggaran daerah defisit karena perkiraan nilai sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun lalu meleset dari hitungan sebelumnya.

Sebab, awalnya diperkirakan nilai Silpa mencapai Rp500 miliar, tapi faktanya hanya sekitar Rp280 miliar.”Penyerapan anggaran ternyata cukup bagus di akhir tahun, sehingga Silpa lebih sedikit dibanding perkiraan awal akan mencapai Rp400 miliar.

Koswara menjelaskan, pemerintah sedang merasionalisasi anggaran agar pada penetapan APBD Perubahan tak defisit. Salah satu yang dilakukan yaitu efisiensi belanja yang dianggap tidak mendesak seperti kegiatan pelatihan di sejumlah organisasi perangkat daerah.

Sedangkan, belanja langsung yang bersentuhan dengan masyarakat tetap jalan. Sehingga, langkah rasionalisasi dianggap paling tepat. Sebab, upaya lain yaitu dengan meningkatkan pendapatan asli daerah dari Rp2,4 triliun dianggap cukup sulit dan sudah ditetapkan beberapa waktu lalu.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Bappeda Kota Bekasi, Yudi Saptono menambahkan, penyebab lain anggaran defisit karena batalnya pemberian dana kemitraan oleh DKI Jakarta. Padahal, dana tersebut bisa menutup kebutuhan anggaran belanja langsung kegiatan infrastuktur.

”Tahun lalu sekitar Rp250 miliar,” katanya. Karena itu, dianggaran perubahan APBD Kota Bekasi diperkirakan menurun dibanding pada APBD murni. Hitungan awal dengan acuan defisit Rp400 miliar, maka nilai anggaran perubahan hanya Rp5,2 triliun.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Kota Bekasi, Karya Sukmajaya mengatakan, optimistis target pendapatan Rp2,4 triliun bisa tercapai sampai dengan akhir tahun. Bahkan, pihaknya meyakini beberapa sektor pendapatan melampaui target seperti PBB dan BPHTB.

”Dua sektor itu paling tinggi, karena PBB tahun ini ditargetkan memperoleh pendapatan sampai dengan Rp340 miliar lebih, sedangkan BPHTB ditargetkan sekitar Rp400 miliar,” katanya. Meski demikian, perolehan PAD dari dua sektor tersebut hingga kini terus digenjot.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kota Bekasi, Ronni Hermawan mengatakan pemerintah tak perlu khawatir dengan anggaran yang defisit.”APBD sifatnya baru prediksi antara pendapatan dengan belanja, riilnya nanti di perubahan,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, tahun anggaran baru berjalan satu bulan. Pemerintah masih mempunyai waktu sedikitnya enam bulan untuk merubah anggaran. Misalnya untuk menutup defisit melakukan efisiensi anggaran dan menambah pendapatan.”Harus pentingkan yang prioritas,” tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
11 menit yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
23 menit yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
36 menit yang lalu
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
44 menit yang lalu
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
2 jam yang lalu
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
2 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved