Ratusan Orang Demo Kejati Jatim, Desak Usut Tuntas Kasus P2SEM

Rabu, 31 Januari 2018 - 15:29 WIB
Ratusan Orang Demo Kejati...
Ratusan Orang Demo Kejati Jatim, Desak Usut Tuntas Kasus P2SEM
A A A
SURABAYA - Ratusan orang yang tergabung dalam berbagai elemen menggelar demo di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) Rabu (31/01/2018). Mereka mendesak pada korps adhiyaksa tersebut untuk kembali mengusut kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Elemen masyarakat itu antara lain, Aliansi Masyarakat Jatim Menggugat (AMJM) seperti Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK) BNP2DI dan GEMA JATIM. Juru bicara AMJM Basuki mengatakan, skandal korupsi P2SEM adalah perampasan hak rakyat.

Sebab, dana hibah dari APBD yang seharusnya disalurkan dan diterima oleh rakyat, diduga malah dibuat bancaan dan dinikmati hanya oleh segelintir elite di DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. "APBD itu adalah uang rakyat yang dihimpun dari pajak rakyat,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam program P2SEM, Pemprov Jatim menganggarkan sebesar Rp277 miliar. Mekanisme penyaluran dana hibah tersebut, diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor: 72/2008. P2SEM merupakan bantuan langsung kepada masyarakat akibat dampak kenaikan BBM pada tahun 2007 lalu.

"Bantuan langsung ini disalurkan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sedangkan pelaksana program bantuan langsung tersebut adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Jatim," jelasnya.

Diketahui, pada 2009 Ketua DPRD Jatim periode 2004-2009 Fathorrasjid ditangkap dan dihukum atas keterlibatannya dalam skandal dan tindakan korupsi P2SEM. Namun pasca penangkapan itu pengusutan dan penuntasan kasus P2SEM seakan terhenti.

Sampai akhirnya Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004-2009 tersebut meninggal dunia tahun 2017. Lalu pada November 2017, Kejati Jatim juga berhasil menangkap terpidana kasus korupsi P2SEM, dr Bagoes Soetjipto yang kabur ke Malaysia selama enam tahun. “KPK menyebutnya sebagai Mega Korupsi di Jatim,” ujar Basuki.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, pihaknya sudah bergerak dan masih melakukan penyelidikan. Terkait berapa banyak saksi yang sudah dimintai keterangan, mantan Kepala Kejari Surabaya ini menolak membeberkan."Kami sudah bergerak dan saat ini masih melakukan penyelidikan dan belum bisa kami bisa kami sampaikan,” katanya.
(wib)
Berita Terkait
Mahasiswa Trisakti dan...
Mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul Gaungkan Kembali Tritura di Depan DPR RI
Demonstrasi di BP Batam...
Demonstrasi di BP Batam Ricuh, Begini Penampakannya
Berharap Lapangan Kerja...
Berharap Lapangan Kerja di Tambang, Ribuan Masyarakat Demo Kantor Bupati Dairi
Demo Saya Tidak Bisa...
Demo 'Saya Tidak Bisa Bernapas' Tak Terbendung, Seorang Sheriff di Michigan Bergabung
Sekelompok Warga di...
Sekelompok Warga di Enrekang Demo Tolak Pembukaan Lahan PTPN
Aliansi Sukapura Menggugat...
Aliansi Sukapura Menggugat Tuntut Pemkab Lampung Barat Kembalikan Tanah Mereka
Berita Terkini
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
22 menit yang lalu
Video Viral di Lubuk...
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP
26 menit yang lalu
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
1 jam yang lalu
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
2 jam yang lalu
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Haul Akbar Syekh Yusuf...
Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari, Ketum Peradi Profesional Komitmen Wakaf Rumah Tahfiz
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved