Satpol PP Miliki 3 Jurus Jitu Tangani PKL Tanah Abang yang Bandel
Sabtu, 27 Januari 2018 - 08:31 WIB
Satpol PP Miliki 3 Jurus Jitu Tangani PKL Tanah Abang yang Bandel
A
A
A
JAKARTA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat selama ini untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan. Maka itu, Pemprov DKI menata kawasan Tanah Abang agar terlihat tertib.
"Supaya pengguna jalan aman dan nyaman saat belanja begitu loh. Biar enggak sempit, ini kan keseringan maju terus (berdagang) jadi sempit jalannya," kata Yani di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin. (Baca: Penataan Tanah Abang, Omzet PKL Naik hingga 50 Persen )
Yani menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada para pedagang agar mengikuti aturan yang ada. (Baca: Pedagang Kaki Lima Sambut Baik Penataan Tanah Abang )
"Ya ini tadi kami imbau. Satpol punya 3 cara penindakan. Satu (pendekatan) preemtif, preventif dan represif. Preemtif itu imbauan, sosialisasi, mengedukasi masyarakat supaya pedagang tahu ini trotoar untuk pejalan kaki. Preventif kami jaga, para kabid (kepala bidang), kasat (kepala satuan) kota dan manpol (satpol PP kecamatan) yang atensi di lapangan," jelasnya.
Selanjutnya, kata dia, apabila semua cara sudah dilakukan dan PKL masih juga membandel. Mau tidak mau, katanya, Satpol PP akan menindak tegas PKL tersebut.
"Sekali imbau, kedua imbau, ampe tiga kali imbau, terpaksa terakhir kami represif. Tapi harapan kami enggak usah sampai seperti itu. Tadi kami lihat semua pada enggak ngeluh, nurut," sambungnya.
Ia pun bakal melakukan tindakan tegas kepada pedagang yang nekat membandel.
"Kan tadi saya bilang, kalau ada satu atau dua pedagang yang jadi virus, ya kami terpaksa represif. Yang penting di ujung enggak maju (jualannya). Tanah Abang itu baromater bahwa trotoar adalah untuk pejalan kami. Insya Allah kalau Tanah Abang sukses, semua juga sukses," pungkasnya.
"Supaya pengguna jalan aman dan nyaman saat belanja begitu loh. Biar enggak sempit, ini kan keseringan maju terus (berdagang) jadi sempit jalannya," kata Yani di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin. (Baca: Penataan Tanah Abang, Omzet PKL Naik hingga 50 Persen )
Yani menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada para pedagang agar mengikuti aturan yang ada. (Baca: Pedagang Kaki Lima Sambut Baik Penataan Tanah Abang )
"Ya ini tadi kami imbau. Satpol punya 3 cara penindakan. Satu (pendekatan) preemtif, preventif dan represif. Preemtif itu imbauan, sosialisasi, mengedukasi masyarakat supaya pedagang tahu ini trotoar untuk pejalan kaki. Preventif kami jaga, para kabid (kepala bidang), kasat (kepala satuan) kota dan manpol (satpol PP kecamatan) yang atensi di lapangan," jelasnya.
Selanjutnya, kata dia, apabila semua cara sudah dilakukan dan PKL masih juga membandel. Mau tidak mau, katanya, Satpol PP akan menindak tegas PKL tersebut.
"Sekali imbau, kedua imbau, ampe tiga kali imbau, terpaksa terakhir kami represif. Tapi harapan kami enggak usah sampai seperti itu. Tadi kami lihat semua pada enggak ngeluh, nurut," sambungnya.
Ia pun bakal melakukan tindakan tegas kepada pedagang yang nekat membandel.
"Kan tadi saya bilang, kalau ada satu atau dua pedagang yang jadi virus, ya kami terpaksa represif. Yang penting di ujung enggak maju (jualannya). Tanah Abang itu baromater bahwa trotoar adalah untuk pejalan kami. Insya Allah kalau Tanah Abang sukses, semua juga sukses," pungkasnya.
(mhd)