Kadis SDA DKI Sebut Pola Antisipasi Banjir Kini Jauh Lebih Baik
Jum'at, 26 Januari 2018 - 18:25 WIB
Kadis SDA DKI Sebut Pola Antisipasi Banjir Kini Jauh Lebih Baik
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sejak 2017 lalu sudah mulai mengusung konsep Jakarta Smart City dalam melayani masyarakat, termasuk untuk penanganan banjir.
Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, pola manajeman air telah mereka lakukan melalui bantuan kamera closed circuit television (CCTV) sehingga pemantauan debit banjir di kali-kali dapat termonitor dengan baik.
“CCTV ini kemudian terlihat melalui Command Centre di Balai Kota,” ujar Teguh saat mengawasi pelaksanaan rangkaian Jakarta Smart City, Jumat (26/1/2018). (Baca: BMKG Ingatkan Supermoon Merah, Waspadai Rob Akhir Januari)
Menurut Teguh, melalui pengawasan itu pihaknya akan mudah memonitoring pengawasan dalam mengantisipasi banjir. Sebab CCTV juga terpasang di beberapa rumah pompa. Dengan demikian kualitas dan pola kerja pompa dapat mudah diawasi.
Termasuk ketika Jakarta siaga satu dalam banjir, alarm akan berbunyi dan memberitahukan bahaya. Ketika hal itu terjadi, kata Teguh, pihaknya akan melakukan manajeman air dengan memecah aliran. Misalnya, tadinya air menumpuk di aliran tengah kemudian dibuang ke aliran Timur dan Barat melalui pintu.
"Cara ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan cara manual. Pengawasan juga akan lebih maksimal dan terpantau secara realtime," pungkasnya. (Baca: Antisipasi Dampak Supermoon, Dinas SDA Siapkan Tanggul)
Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, pola manajeman air telah mereka lakukan melalui bantuan kamera closed circuit television (CCTV) sehingga pemantauan debit banjir di kali-kali dapat termonitor dengan baik.
“CCTV ini kemudian terlihat melalui Command Centre di Balai Kota,” ujar Teguh saat mengawasi pelaksanaan rangkaian Jakarta Smart City, Jumat (26/1/2018). (Baca: BMKG Ingatkan Supermoon Merah, Waspadai Rob Akhir Januari)
Menurut Teguh, melalui pengawasan itu pihaknya akan mudah memonitoring pengawasan dalam mengantisipasi banjir. Sebab CCTV juga terpasang di beberapa rumah pompa. Dengan demikian kualitas dan pola kerja pompa dapat mudah diawasi.
Termasuk ketika Jakarta siaga satu dalam banjir, alarm akan berbunyi dan memberitahukan bahaya. Ketika hal itu terjadi, kata Teguh, pihaknya akan melakukan manajeman air dengan memecah aliran. Misalnya, tadinya air menumpuk di aliran tengah kemudian dibuang ke aliran Timur dan Barat melalui pintu.
"Cara ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan cara manual. Pengawasan juga akan lebih maksimal dan terpantau secara realtime," pungkasnya. (Baca: Antisipasi Dampak Supermoon, Dinas SDA Siapkan Tanggul)
(thm)