Terkait Kasus Novel, Direktur LBH Jakarta Tak Penuhi Panggilan Polisi

Kamis, 25 Januari 2018 - 18:19 WIB
Terkait Kasus Novel,...
Terkait Kasus Novel, Direktur LBH Jakarta Tak Penuhi Panggilan Polisi
A A A
JAKARTA - Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa menolak untuk memenuhi panggilan polisi terkait pernyataannya di salah satu stasiun televisi tentang kasus penyiraman Novel Baswedan.

Kuasa Hukum Alghiffari, Nawawi Bachrudin mengatakan, terdapat 4 alasan Alghiffari tak mau diperiksa sebagai saksi untuk kasus penyerangan terhadap Novel. Dasar pemanggilan terhadap Alghiffari tidak sesuai dengan KUHAP.

Menurutnya, surat pemanggilan yang dilayangkan polisi tidak diberikan langsung kepada Alghiffari. "Kami ingin menyampaikan (ke Polda Metro Jaya) penolakan sebagai saksi karena dia tidak dikualifikasikan sebagai menerima pemanggilan secara patut," ujarnya pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/1/2018).

Kedua, kata Nawawi, Alghiffari juga dipanggil dalam jangka waktu yang singkat karena satu hari sebelumnya baru diberikan surat panggilan.

Sedang ketiga, Alghiffari berdasarkan KUHAP, orang yang tidak dapat dikualifikasikan sebagai saksi. Sebab, dalam kasus Novel, Alghiffari bukan orang yang melihat persis penyiraman terhadap Novel.

"Karena dia dalam kaitan kasus Novel, dia bukan orang yang tahu dengan mata kepala sendiri, melihat atau mendengar sendiri. Jadi dia tidak dapat dikualifikasikan sebagai saksi," katanya.

Terakhir, tambah Nawawi, Alghiffari itu seorang advokat sehingga tidak sepatutnya dipanggil untuk memberikan kesaksian. advokat memiliki kode etik, yang mana harus jaga rahasia klien. Maka itu, hari ini dia menyampaikan surat ke Polda Metro untuk menolak dipanggil sebagai saksi.

Nawawi menambahkan, surat panggilan yang dilayangkan kepada Alghiffari, terkait kasus penganiayaan Pasal 170 yang menimpa Novel. "Oleh karena itu kita keberatan, karena Alghiffari sebagai kuasa hukum. Makanya kita terkena kode etik profesi rahasia klien," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Wamenhaj Dahnil Anzar...
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak: Ada Kartel Dalam Pengelolaan Haji
Prabowo Ternyata Suka...
Prabowo Ternyata Suka Banget Kopi, Racikannya Beda dari yang Lain
Din Syamsuddin Dicap...
Din Syamsuddin Dicap Radikal, Dahnil Anzar Heran: Saya Enggak Habis Pikir
Posting Foto Prabowo...
Posting Foto Prabowo dengan Orang Papua, Ini Pesan Dahnil Anzar
Jubir Prabowo Ternyata...
Jubir Prabowo Ternyata Salut dengan Maudy Ayunda: Pantas Jadi Teladan Anak Muda
Dahnil Anzar Simanjuntak:...
Dahnil Anzar Simanjuntak: Upaya Menjegal Kebijakan Prabowo oleh Raja-raja Kecil Memang Terasa
Berita Terkini
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
2 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
2 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
3 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
3 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
4 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved